Anies Baswedan: Pungli dapat Terjadi Karena Kebutuhan, Sistem, dan Keserakahan

·Bacaan 1 menit
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Liputan6.com/Ika Defianti)

Liputan6.com, Jakarta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan ada 3 hal yang menyebabkan pungutan liar atau pungli di kantor pemerintahan terjadi. Salah satu penyebabnya, desakan kebutuhan.

Anies Baswedan menyatakan jajarannya telah mendapatkan tunjangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Alhamdulillah di DKI Jakarta seluruh jajarannya diberikan tunjangan yang insyaallah mencukupi untuk hidup layak di Jakarta. Jadi secara alasan kebutuhan tidak lagi kebutuhan karena sudah dicukupi," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Selasa (16/11/2021).

Lalu, ada faktor sistem. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyatakan Pemprov DKI Jakarta telah menggunakan sistem digitalisasi untuk semua aspek pelayanan. Anies menyatakan dengan sistem digitalisasi dapat mencegah adanya pungli di Pemprov DKI.

"Artinya secara sistem dibangun di mana ruang terjadi nya potensi pemerasan, potensi penyogokan bisa di hindari dengan melakukan digitalisasi atas semua aspek pelayanan di Jakarta," ucap Anies.

Selanjutnya yaitu keserakahan manusia. Menurut dia, keserakahan itu penyakit yang tidak ada obatnya.

"Keserakahan itu bisa dihentikan degan rasa takut, keserakahan itu bukan dengan kebutuhan. Nah faktor yang ini operasi-operasi yang dilakukan insya Allah akan memberikan efek jera," papar Anies.

Harapan

Anies mengharapkan, dengan adanya pencangan, dapat menjadikan Jakarta menjadi wilayah yang benar bebas dari pungli.

"Mudah-mudahan dengan ikhtiar ini semua Jakarta sebagai pusat perekonomian pusat pemerintahan dan pintu gerbang internasional untuk masuk ke Indonesia menjadi tempat yg benar-benar bebas dari praktik pungutan liar," jelas Anies.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel