Anies Baswedan Selfie di Lokasi Banjir, Cek Faktanya

Siti Ruqoyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan jadi topik pembicaraan di mana-mana lantaran banjir yang kepung Jakarta sejak Sabtu pagi. Di tengah kerjanya atasi banjir, Anies diterpa kabar tak sedap.

Dikutip VIVA dari website Turnbackhoax, 21 Februari 2021, pemilik akun facebook iu mengunggah foto Anies dengan selfie di belakang lokasi banjir. Jika dilihat secara seksama, foto yang diunggah tersebut terlihat editan.

Penjelasan

Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia), foto hasil manipulasi.

Faktanya, foto asli dari unggahan tersebut merupakan swafoto Wali Kota Bogor Bima Arya dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang diambil di depan Bendungan Katulampa pada 12 Februari 2018.

Akun Facebook Surkim mengunggah foto Anies Baswedan sedang berswafoto di lokasi banjir dengan disertai narasi: “Pak Anies sengaja mengabadikan sampah kemasan sabun cair yg hanyut di buang warga….itu bisa fatal…bisa mengakibatkan banjir…” Unggahan tersebut telah mendapat atensi sebanyak 15 reaksi dan 12 komentar.

Berdasarkan hasil penelusuran, foto unggahan tersebut telah melalui proses penyuntingan. Adapun foto asli dari unggahan itu ditemukan pada laman Instagram pribadi Wali kota Bogor Bima Arya. Dalam unggahannya pada 2 Januari 2020, Bima Arya menyebutkan bahwa swafoto di depan Bendungan Katulampa bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Senin, 12 Februari 2018 itu dijadikan bahan hoaks.

“Bencana itu membuat duka. Tapi menebar hoax di tengah bencana itu menyedihkan.

Beredar foto saya dengan Gubernur DKI Jakarta @aniesbaswedan sedang berswafoto di Bendung Katulampa Bogor yang diunggah ulang pada 2 Januari 2020. Seolah tak empati dengan musibah. Padahal foto tersebut diambil pada Senin, 12 Februari 2018, bukan pada banjir yang terjadi pada 1 – 2 Januari 2020,” tulisnya.

Informasi serupa sebelumnya pernah dibahas dalam artikel Turn Back Hoax berjudul “[SALAH] Cengar-Cengir Selfie di Tengah Warga Jakarta yang Kebanjiran” pada 2 Januari 2020 dengan klaim yang berbeda.

Kesimpulan

Dari berbagai fakta yang telah dijabarkan, unggahan akun Facebook Surkim dapat dikategorikan sebagai konten yang dimanipulasi.