Anies Baswedan Targetkan 8 Juta Warga DKI Divaksin COVID-19

Agus Rahmat, Syaefullah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pemerintah menargetkan 8,8 juta warga yang berdomisili di Ibu Kota, akan mendapatkan vaksinasi COVID-19. Tambahannya, yakni sebanyak 1,2 juta tenaga kerja yang berasal dari luar Jakarta.

Di tengah vaksinasi saat ini, tetap ada kelompok prioritas untuk mendapatkan vaksin. Yakni sebanyak 3 juta orang dan saat ini terus berlangsung. Diharapkan, bisa selesai pada Juni 2021 ini.

"Serta Masyarakat lainnya akan divaksinasi mulai Juli 2021,” kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat sambutan dalam C40 Mayoral Webinar secara daring di Jakarta, Kamis, 18 Maret 2021.

Baca juga: Anies: Emisi Gas Rumah Kaca di Jakarta Turun 26 Persen

Vaksinasi di DKI, juga bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan. Termasuk beberapa pihak, dengan berbagai cara vaksinasi termasuk menggunakan metode drive thru. Yaitu Layanan penjemputan ke lokasi vaksinasi untuk kelompok usia lanjut.

Kemudian, vaksinasi bagi pedagang tradisional pasar, pusat vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh Badan Usaha Milik Negara, dan memanfaatkan semua rumah sakit, puskesmas, sekolah, kantor pemerintahan, gedung pertemuan, dan balai olah raga untuk vaksinasi.

“Sasaran kami adalah mencapai 150.000 vaksinasi setiap hari dengan menerapkan vaksinasi berbasis komunitas untuk vaksinasi yang berkeadilan (menjangkau seluruh kalangan)," katanya.

Untuk itu, Pemrov DKI Jakarta menjalankan beberapa aksi dengan memobilisasi lingkungan (RT / RW) dan mengirimkan pesan harian untuk menginformasikan target vaksinasi.

Anies menegaskan komitmen Jakarta yang juga sekaligus mengajak kota-kota lain di dunia, terlebih yang tergabung dalam C40 untuk mendukung COVID-19 Vaccines Global Access (COVAX). Sebuah inisiatif global yang ditujukan untuk akses setara vaksin-vaksin COVID-19 yang dipimpin oleh Global Alliance for Vaccines and Immunization, WHO.

Ia mendorong wali kota dan gubernur lain dari seluruh dunia, bekerja sama dengan program kesiapsiagaan darurat kesehatan WHO untuk pembentukan Jaringan Kota Global untuk Kesiapsiagaan Darurat Kesehatan.

“Kami di Jakarta juga akan mendorong koordinasi COVAX di tingkat global dan nasional untuk penyebaran dan distribusi vaksin yang efektif, yang sangat penting untuk mencapai visi bersama untuk proses pemulihan yang berkeadilan,” pungkasnya.