Anies Bawesdan: Ada Gerakan Sistimatis Preteli KPK

INILAH.COM, Jakarta - Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan mencium ada gerakan sistematis yang ingin mempreteli kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, Anies enggan menyebut siapa para pemain yang berniat jahat tersebut.

Menurut Anies, isu revisi UU KPK yang bergulir di DPR hadir bukan secara kebetulan. "Semakin mereka terlibat dalam pemberantasan korupsi, semakin kuat pula upaya deligitimasi itu," tutur Anies di Jakarta, Selasa (2/10/1202).

Dia melihat revisi UU KPK seperti puncak dari pengebirian wewenang komisi itu dari isu-isu yang sebelumnya mendera. Isu yang belakangan mendera KPK versi Anies dimulai dari penarikan penyidik oleh Mabes Polri, pembatasan logistik, hingga revisi UU KPK.
"Ini akan punya efek yang besar," kata Anies.

Namun, dia tidak mau berspekulasi apakah sebelumnya ada koordinasi antara Polri dengan DPR dalam menggulirkan isu pemangkasan KPK. "Tetapi terkadang kita melihat berjalan sendiri-sendiri pun memunculkan langkah yang terorganisasi. Tidak perlu secara khusus dikoordinir," ujarnya.

Anies mengatakan, rakyat Indonesia punya kepentingan menjadikan komisi yang diketuai Abraham Samad itu bertumbuh makin kuat. Untuk itu, rakyat harus mendukung dan membela KPK.

Draft revisi UU KPK sendiri saat ini sudah masuk di Badan Legislasi DPR. Ada tiga isu besar revisi UU yang diusung DPR. Pertama, wewenang penututan KPK dihilangkan. Kedua, mempersulit KPK melakukan penyadapan, dan ketiga pembentukan Dewan Pengawas KPK. [yeh]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.