Anies: Dikejar Berbulan-Bulan, 2,7 Juta Warga Jakarta Masih Belum Divaksinasi Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Gubernur DKI DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan masih ada sebanyak 2,7 juta penduduk ber-KTP Jakarta yang belum divaksin Covid-19. Menurut Anies pihaknya telah berbulan-bulan mengejar vaksinasi terhadap mereka, namun hingga kini masih berjalan lambat.

"Kita berharap ini bisa tuntas dan mengejar 2,7 juta agak berbeda dengan di awal. Kalau di awal mencapai 2,7 itu rasanya cepat karena pada waktu itu banyak orang yang mau datang. Kalau sekarang ini 2,7 juta ya dari dulu tidak bergerak sudah berbulan-bulan. Ada vaksinasi juga belum bergerak jadi perlu ekstra effort," ujar Anies di Jakarta, Sabtu (4/9/2021).

Dia menjelaskan bahwa upaya vaksinasi Covid-19 di Jakarta sudah mencapai 119 persen. Namun, malah mereka dari berbagai penjuru daerah yang tengah berdomisili di Ibu Kota.

"119 persen itu adalah warga dari mana-mana yang memang tidak dibatasi menggunakan KTP. Tapi prinsip kita adalah memang prinsip ikhtiar kemanusiaan, siapa saja yang membutuhkan vaksin diberikan," jelas Anies.

Mantan Menteri Pendidikan ini juga mengungkap bahwa pihaknya masih mempunyai pekerjaan rumah (PR) untuk meningkatkan capaian vaksinasi Covid-19 terhadap anak-anak di rentang usia 12-18 tahun.

"Anak-anak ini memang PR tersendiri di Jakarta ini sejauh ini 85 persen anak-anak usia 12-18 itu yang sudah tervaksin, yang 15 persen ini belum tervaksin," kata Anies.

Ada pun kendala yang dihadapi, lanjut Anies, lantaran para orang juga enggan membiarkan anak mereka divaksin Covid-19.

"Umumnya karena orangtua belum mengizinkan karena itu perlu penjelasan khusus kepada para orangtua untuk mengizinkan anaknya mengikuti vaksinasi," katanya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

Penyebab Rendahnya Vaksinasi Anak di DKI

Rendahnya capaian vaksinasi anak di DKI, menurut Anies juga karena tak ada kewajiban vaksinasi dalam pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Sehingga orangtua tak ada dorongan memberikan anak mereka divaksin Covid-19.

Hal ini cukup dimaklumi Anies, pasalnya jika vaksinasi menjadi syarat anak-anak untuk ikut PTM terbatas maka bukan tidak mungkin banyak di antara mereka yang hak atas pendidikannya dikebiri lantaran belum divaksin.

"Padahal keputusan tidak vaksin bukan pada dia (anak), keputusan pada orangtua," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel