Anies genjot warga gunakan transportasi umum terkait kualitas udara

Anies Baswedan akan menggenjot warga Jakarta menggunakan sarana transportasi umum terkait kualitas udara di Jakarta yang disebut lembaga data kualitas udara IQ Air sebagai kota paling berpolusi di Indonesia.

"Karena itu mengapa selama empat tahun ini kita genjot serius soal transportasi umum? Salah satu tujuannya untuk mengurangi emisi yang terjadi di kota kita," kata Anies saat ditemui di upacara HUT ke-495 Jakarta, Monumen Nasional, Jakarta, Rabu.

Gubernur DKI Jakarta tersebut mengakui kalau Jakarta memang bukanlah kota yang memiliki udara bersih lantaran banyaknya emisi dari kendaraan bermotor.

Dirinya menilai bahwa pasti ada suatu penyebab mengapa Jakarta disebut sebagai kota paling berpolusi di Indonesia. Salah satunya berasal dari pergerakan berbagai wilayah.

Kemudian, Anies kembali mengingatkan kepada masyarakat mengenai pentingnya uji emisi kendaraan bermotor yang beroperasi di Jakarta dan sekitarnya untuk mengurangi polusi udara.

Adanya persoalan kualitas udara di Jakarta ini bisa menjadi sebuah penanda bahwa pemerintah perlu kembali memperhatikan regulasi bersama masyarakat dengan memanfaatkan transportasi umum.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan mengambil tindakan tegas dengan mencari kawasan yang berperan sebagai sumber polusi, salah satunya perusahaan di Marunda.

"Sama seperti ketika kita menindak sebuah perusahaan di Marunda yang menimbulkan polusi yang berdampak pada kesehatan masyarakat. Langsung kirimkan surat, hentikan," tuturnya.

Dengan demikian, Anies akan memberikan sanksi keras kepada perusahaan yang memberi sumbangan polusi dengan cara pemberhentian izin operasi.
Baca juga: LSM sebut polusi udara Jakarta masalah lintas batas
Baca juga: BMKG : Sejumlah faktor pengaruhi penurunan kualitas udara Jakarta
Baca juga: BMKG: Kondisi udara Jakarta Senin (20/6) dalam kategori tidak sehat

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel