Anies Klaim Data Kasus Covid-19 DKI Jakarta Paling Lengkap

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan penanganan pandemi Covid-19 menjadi momentum percepatan digitalisasi pemerintahan.

Namun, untuk menjalankan digitalisasi perlu melibatkan seluruh pihak untuk menyediakan segala data.

Dalam diskusi virtual Urgensi Transformasi Digital Pemerintahan untuk Merespon Pandemi dan Pembangunan Nasional, Anies menyatakan ketersediaan data Pemprov DKI melalui situs corona.jakarta.go.id sangat komprehensif dibandingkan dengan akses data wilayah lain.

"Data ini amat kaya, kami bisa sampaikan bahwa mungkin ini salah satu yang paling lengkap, karena kita mendata semua hasil tes baik negatif maupun positif dimasukkan datanya, baik itu informasi geografi, maupun informasi domisili dan informasi lokasi aktivitas. Sehingga di dalam platform corona.jakarta.go.id ini ada data yang satu sisi sangat komprehensif di sisi lain sangat detil," ucap Anies, Rabu (3/3/2021).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menekankan, prinsip Pemprov DKI Jakarta selama mengendalikan pandemi Covid-19 adalah kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat seperti para pakar kesehatan masyarakat, epidemiologi, pendapat dokter mengenai protokol pemakaman bagi pasien suspek ataupun kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

Berdasarkan Pertimbangan Pakar

Pejalan kaki melintasi mural bertemakan Imbauan Protokol Kesehatan Covid-19 di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Minggu (25/10/2020). Gubernur DKI Anies Baswedan kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi hingga 8 November 2020. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)
Pejalan kaki melintasi mural bertemakan Imbauan Protokol Kesehatan Covid-19 di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Minggu (25/10/2020). Gubernur DKI Anies Baswedan kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi hingga 8 November 2020. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Berdasarkan kolaborasi tersebut, Anies mengatakan kebijakan yang dikeluarkan Pemprov DKI sesuai dengan data ilmu pengetahuan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan para pakar.

"Menggunakan ilmu pengetahuan sains sebagai rujukan dengan merujuk kepada para ilmuwan. Yang ketiga libatkan semua dalam proses berfikir untuk menyiapkan langkah-langkah," kata dia.

Reporter: Yunita Amalia

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: