Anies Klaim Tes Pelacakan Covid-19 di Jakarta Melebihi Target WHO

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Anies Baswedan mengklaim Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan uji spesimen kasus Virus Corona atau Covid-19 baru melalui metode polymerase chain reaction (PCR) kepada sebanyak 7,6 persen warga di ibu kota.

"Alhamdulllah kegiatan testing kita, jumlah orang testing 7,6 persen orang, kemudian jumlah tes PCR kita 14.258 per 1 juta penduduk," ujar Anies dalam keterangannya, Rabu (1/7/2020).

Anies mengklaim, dengan jumlah 14.258 warga yang menjalani tes PCR di DKI Jakarta, pihaknya sudah melebihi target yang disarankan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menurut Anies, WHO menyarankan setiap wilayah melakukan seribu tes PCR untuk satu juga penduduk setiap minggunya.

Anies mengatakan, DKI Jakarta dengan jumlah penduduk 11 juta jiwa telah menggelar tes PCR kepada 14.258 penduduk pada pekan ini.

"Jadi kita sudah di atas yang diharuskan WHO. WHO mengharuskan bahwa sebuah wilayah harus melakukan seribu tes per 1 juta penduduk. Jakarta dengan 11 juta penduduk, maka harus melakukan 11 ribu tes per-minggu, dan di DKI ini di minggu terakhir ini 14 ribu testing per 1 juta penduduk," kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu.

 

PSBB Transisi Diperpanjang

Petugas medis Kecamatan Gambir melakukan tes swab terhadap pedagang Pasar Thomas, Jakarta, Rabu (17/6/2020). Tes swab dilakukan untuk memutus rantai penularan virus corona COVID-19. (merdeka.com/Imam Buhori)

Sebelumnya, Anies menyatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di Jakarta diperpanjang selama 14 hari ke depan.

Keputusan itu berdasar hasil rapat Gugus tugas Covid-19 DKI Jakarta. “Kesimpulan rapat gugus tadi disimpulkan,bahwa PSBB transisi yaitu kegiatan masih kapasitas 50 persen akan diteruskan 14 hari ke depan,” kata Anies dalam Konferensi Pers daring, Rabu (1/7/2020).

Anies menyebut hasil penilaian tim fakultas kesehatan masyarakat UI, Jakarta mendapat skor 71 yang artinya bisa dapat dilakukan pelonggaran PSBB.

"Apabila skor dibatas 70 boleh pelonggaran," kata Anies.

"Dari total skor (Jakarta) ini, statusnkita bisa melakukan pelonggaran,” tambah Anies.

Skor tersebut didapatkan dari tiga unsur yakni epidemologi, kesehatan publik dan fasilitas kesehatan. 

"Terihat epidemologi (Jakarta) 75, kesehatan publik 54, fasilitas kesehatan 83, total 71,” ucap dia.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: