Anies Mau Beri Ongkos Angkutan Umum Lebih Murah buat Veteran hingga Guru

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana memberikan tarif angkutan umum lebih murah bagi veteran, guru dan pensiunan guru yang naik transportasi publik.

Rencana penurunan ongkos angkutan umum bagi beberapa anggota masyarakat tersebut dikatakan Anies seiring dengan peluncuran Integrasi Transportasi Jabodetabek.

Diharapkan integrasi sistem ini tidak sekedar meningkatkan kenyamanan pengguna transportasi publik, tapi juga lebih berkeadilan.

"Karena nanti ketika sudah tuntas proses integrasinya, sistem ini memungkinkan ada price differentiation (perbedaan harga)," ujar dia saat peresmian Integritas Transportasi Jabodetabek, Rabu (29/9/2021).

Anies Baswedan menjelaskan, perbedaan harga yang dimaksud misalnya pada para veteran, pensiunan, guru, hingga pelajar diberikan harga yang lebih murah.

"Kita akan bisa memberikan harga berbeda untuk penumpang yang berbeda, sesuatu yang di banyak negara-negara maju, kota-kota modern itu dilakukan," jelas dia.

Tiru Negara Lain

Sopir dan penumpang mengenakan masker dan menjaga jarak dalam angkutan umum Jak Lingko di Tanah Abang, Jakarta, Kamis (22/7/2021). Sopir dan penumpang wajib mengenakan masker, membersihkan tangan serta menjaga jarak. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Sopir dan penumpang mengenakan masker dan menjaga jarak dalam angkutan umum Jak Lingko di Tanah Abang, Jakarta, Kamis (22/7/2021). Sopir dan penumpang wajib mengenakan masker, membersihkan tangan serta menjaga jarak. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Anies mengatakan jika pemberian tarif angkutan umum ini terutama bagi kelompok yang telah berjasa bagi Indonesia.

"Jadi kita bisa menerapkan sistem itu pada guru, pensiunan guru, pada orang-orang berjasa. Jadi public transport bukan sekedar mudah untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tapi public transport memberikan simbol penghargaan kota ini pada orang-orang yang berjasa untuk kotanya," jelasnya.

Penghargaan seperti ini, kata Anies Baswedan juga terjadi di berbagai wilayah dunia. "Nampaknya sederhana tapi kita menyaksikan di berbagai wilayah di dunia mereka-mereka yang mendapatkan reward itu tahu persis, makanya sering namanya honorarium karena itu honor, itu bukan upah, itu kehormatan," tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel