Anies: Murid Belum Divaksin Tetap Bisa Ikut Pembelajaran Tatap Muka

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemprov DKI Jakarta akan membuka kembali kegiatan belajar mengajar bagi 610 sekolah yang ada di DKI Jakarta mulai Senin 30 Agustus 2021.

Dalam hal ini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bagi murid yang belum divaksin, akan tetap bisa mengikuti pembelajaran tatap muka dan masuk ke dalam kelas. Anies mengatakan murid dengan usia sekolah tidak ada kewajiban untuk dilakukan vaksin.

"Anak tidak punya kewajiban divaksinasi. Mengapa? Karena anak vaksin atau tidak bukan urusan anak, itu adalah keputusan orang tuanya," ujar Anies saat menghadiri sebuah acara di kawasan Kembangan Jakarta Barat, Jumat 27 Agustus 2021.

Anie mengharapkan pemerintah pusat untuk tidak mewajibkan anak-anak usia sekolah untuk suntik vaksin sebagai syarat ikuti PTM. Jika memang di paksa, kata Anies, maka siswa tersebut akan merasa terhukum dua kali lantaran tidak bisa mengikuti dua hal, yakni sekolah dan vaksin.

"Apabila mereka tidak boleh sekolah karena orang tuanya tidak izinkan vaksin maka mereka seperti kena hukum dua kali. Sekali dilarang vaksin lalu, kedua dilarang sekolah," ujarnya.

Meski begitu, Anies tetap berharap para orang tua murid untuk mengizinkan anak-anaknya untuk mengikuti vaksinasi sesuai dengan anjuran pemerintah.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membuka sistem pembelajaran secara tatap muka terhadap 610 sekolahnya yang ada di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Hal tersebut di katakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan masjid di dalam kawasan Kompol Taman Villa Meruya, Jumat 27 Agustus 2021.

"InsyaAllah hari Senin besok (30 Agustus), akan mulai di 610 sekolah di seluruh Jakarta," ujar Anies di kawasan Meruya, Kembangan Jakarta Barat, Jumat 27 Agustus 2021.

Anies mendetil soal 610 sekolah yang ada di Jakarta yang nantinya akan mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka, meliputi SD, SMP, SMA, SMK yang telah lulus uji verifikasi,

"Ke 610 sekolah itu adalah semua sekolah yang telah melewati verifikasi," ujarnya.

Sebelumnya Pemprov DKI sempat melakukan uji coba Pembelajaran Tatap Muka pada Mei dan Juni 2021, ujicoba tersebut meliputi 85 sekolah di Jakarta, hasilnya tidak ada satupun kasus positif COVID-19 yang muncul dari kegiatan uji coba pembelajaran tatap muka.

Namun Anies mengatakan Kasus COVID di Jakarta kembali melonjak saat hari libur Lebaran Idul Fitri lalu

"Tapi libur lebaran, habis lebaran ada lonjakan kasus, tapi kita mulai lagi senin besok kegiatan PTM," ujarnya.

Sementara untuk persiapan PTM, Anies mengatakan sebanyak 85 persen guru yang bertugas mengajar di sekolah yang ada di Jakarta, sudah di suntik vaksin. Hal tersebut menjadi salah satu ketentuan agar sekolah dapat melaksanakan kegiatan PTM.

Baca juga: 610 Sekolah di DKI Akan Gelar Pembelajaran Tatap Muka Mulai 30 Agustus

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel