Anies Ogah Bicara Soal Kriteria Pj Gubernur DKI

Merdeka.com - Merdeka.com - Masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan selesai pada 16 Oktober 2022 mendatang. Setelah itu, pemerintahan DKI Jakarta akan dipimpin oleh Penjabat (Pj) gubernur. Terkait hal itu, Anies akan berkomentar lebih lanjut terkait kriteria yang cocok untuk menggantikan dirinya untuk memimpin Jakarta.

"Terkait dengan nanti siapanya (Pj) dan lain-lain, nanti saya komentar berikutnya saja. Sekarang irit-irit. Anda (wartawan) juga nulisnya sebagian-sebagian. Sama kan. Anda butuh berita, kalau diselesaiin sekarang, habis dong (beritanya)," kata Anies di acara Jakarta Investment Forum 2022 di Hotel Fairmont Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (1/8).

Anies juga menambahkan, pergantian kepemimpinan ini merupakan hal biasa yang dialami oleh seluruh kabupaten/kota dan provinsi.

"Yang jelas bahwa, proses yang terjadi di Jakarta itu dialami oleh semua provinsi, dialami oleh semua kabupaten/kota yang periodenya berakhir 2022. Makanya yang heran, kok Jakarta yang jadi berita. Padahal sudah semua tempat mengalami hal yang sama," kata Anies.

Selain itu, Anies juga ingin Jakarta menjadi lebih maju dengan suasana yang bersatu.

"Jadi ini supaya jadi perhatian bagi semuanya dan bantu untuk memberikan info yang mencerahkan, bukan info yang membingungkan dan menimbulkan percakapan-percakapan yang kurang produktif. Toh kita semua ingin Jakarta yang lebih maju, suasana lebih bersatu, itu lah keinginan kita semuanya," tambah Anies.

Menurut Anies, ini adalah proses yang biasa dalam sebuah siklus kehidupan. Pasalnya, akan selalu ada awal dan akhir.

"Tetapi begini, kita semua tahu bahwa di dalam sebuah siklus kehidupan, ada awal, ada akhir. Kita semua, ada datang, ada pergi. Itu sesuatu yang sejak kita masih kecil adalah sesuatu yang terbiasa saja," kata Anies. [eko]