Anies Pastikan Stok Pangan di Jakarta Aman saat Ramadhan

Bayu Nugraha, Syaefullah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan memastikan bahwa kesiapan stok pangan di Ibu Kota jelang Ramadhan 1442 Hijriah aman.

Anies akan antisipasi (inflasi) jelang Ramadhan, di mana dari tahun ke tahun menemukan situasi yang hampir sama.

"Kita harus siapkan agar masyarakat mendapatkan kepastian, khususnya pasokan kebutuhan pokok berjalan lancar, sehingga demand (permintaan) terjaga dan harga stabil, serta terjangkau,” ucap Gubernur Anies membuka High Level Meeting TPID Provinsi DKI Jakarta, Rabu, 7 April 2021.

Anies menyebut apabila pasokan bahan pokok aman, maka demand akan terjaga bahkan meningkat, sehingga akan menggerakkan perekonomian. Hal itu setelah mendengar paparan dari jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta BUMD soal pangan.

"Secara kesiapan, kita siap dan stoknya aman. Perlu kita garisbawahi adalah menggerakkan perekonomian dengan menjaga demand dari konsumsi rumah tangga," katanya.

Maka, bila konsumsi rumah tangga bergerak, maka akan berdampak besar pada rute menuju recovery dari pandemi.

Berdasarkan data dari TPID Provinsi DKI Jakarta, inflasi di Provinsi DKI Jakarta relatif terjaga dan lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tercatat, inflasi Jakarta sebesar 0,06 persen (mtm), atau sebesar 1,11 persen (yoy) pada Maret 2021.

Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Onny Widjanarko mengatakan, secara kumulatif, inflasi Jakarta sampai dengan Maret 2021 tercatat sebesar 0,38 persen (ytd) lebih rendah dari periode yang sama tahun 2020 yaitu 0,85 persen (ytd).

“Perbaikan ekonomi DKI Jakarta diperkirakan masih berlanjut pada triwulan I 2021," ujarnya.

Beberapa indikator perekonomian menunjukkan perbaikan, di antaranya peningkatan penjualan online serta otomotif, kenaikan impor barang konsumsi, serta membaiknya indeks keyakinan konsumen dan job vacancy.

Sementara itu, dari sisi pengendalian inflasi pangan, TPID Provinsi DKI Jakarta terus memantau perkembangan harga dan kecukupan pasokan untuk menjaga kestabilan harga pangan di Ibu Kota di tengah pandemi COVID-19.

Untuk mendorong efektivitas dan optimalisasi pengendalian harga serta menjaga kecukupan pasokan, BUMD pangan dalam memperluas kerja sama perdagangan antarwilayah menjadi model bisnis utama TPID Provinsi DKI Jakarta.

Ke depan, TPID Provinsi DKI Jakarta akan terus berkomitmen dan konsisten menempuh langkah dan kebijakan konkret dalam menjalankan strategi pengendalian inflasi melalui strategi 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Pemerintah Diminta Atasi Kenaikan Harga Pangan