Anies: Pemprov DKI Zero Tolerance terhadap Pelecehan Seksual

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan proses pemeriksaan oleh Inspektorat DKI terhadap Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) Blessmiyanda masih terus berjalan. Kendati begitu, Anies enggan mengomentari terkait proses hukum tersebut.

"Tapi, yang pasti, DKI Jakarta zero tolerance terhadap pelecehan seksual. Tidak ada ruang untuk orang-orang yang melakukan aktivitas pelecehan seksual di tempat ini," kata Anies di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (5/4/2021).

Karena hal itu, dia meminta agar semua pihak tetap tenang. Sebab menurut Anies, Pemprov DKI akan menjamin perlindungan untuk korban pelecehan seksual.

"Kita hormati proses hukum dan kita ingin bahwa semua yang bekerja di Jakarta merasa tenang-tenteram karena Pemprov melindungi semua. Khususnya kaum perempuan, yang bekerja di Pemprov DKI," jelas dia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah menonaktifkan Kepala Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta, Blessmiyanda pada Jumat (19/3/2021).

Kata dia, penonaktifan tersebut dilakukan selang sehari setelah menerima aduan terkait dugaan pelecehan seksual dan perselingkuhan.

"Penonaktifan Kepala BPBJ ini kami lakukan untuk memastikan proses pemeriksaan dan penyelidikan dapat dijalankan Inspektorat Pemprov DKI Jakarta secara cepat, menyeluruh dan adil bagi semua pihak yang terlibat," kata Anies dalam siaran pers, Senin (29/3/2021).

Akan Mendapatkan Sanksi

Menurut Anies, saat ini pihaknya tetap menggunakan asas praduga tak bersalah. Namun bila saat pemeriksaan terbukti terjadi pelanggan terlapor akan mendapatkan sanksi.

Saksikan video pilihan di bawah ini: