Anies Sebut 17 RW di Jakarta Masih Terendam Banjir

Dedy Priatmojo, Willibrodus
·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan perkembangan terkini mengenai banjir Jakarta. Menurut Anies, proses penyurutan air pada hari ini, Minggu 21 Februari 2021 berjalan dengan baik di 17 RW.

"Sejak tadi pagi, permukaan Sungai Ciliwung, Sungai Krukut, Kali Sunter, dan Pesanggrahan telah sampai kepada posisi normalnya. Anda lihat sendiri di Pintu Air Manggarai, jadi mulai tadi pagi kiriman air dari luar Jakarta dari kawasan tengah dan kawasan hulu sudah berkurang," kata Anies saat mengunjungi Pintu Air Manggarai, Jakarta Pusat, Minggu 21 Februari 2021.

Menurut Anies, daerah yang masih ada kiriman air adalah dari wilayah Tangerang lewat Kali Angke. Kali Angke masih menerima begitu banyak kiriman air, sehingga di sekitaran Kali Angke ini masih ada genangan air.

"Di hulu Sungai Angke persis sebelum saya ketemu teman-teman (media) sudah mulai ada penurunan, tapi butuh waktu beberapa jam untuk kemudian genangan air turun di wilayah Jakarta. Ini semua nanti kalau dari Kali Angke bermuara di Cengkareng Drain," jelasnya.

Sementara itu, untuk kawasan yang digenangi air luapan Sungai Krukut sudah muali surut. Kawasan yang terdampak luapan air dari Sungai Krukut adalah Kemang, Widya Candra, dan juga Jalan Jenderal Sudirman.

"Kali Krukut alhamdulillah tadi malam mulai surut dan proses pemompaan berjalan terus hingga menjelang subuh, sehingga kita bisa menyaksikan pagi ini jalan-jalan itu semua sudah kering dan bisa dilewati kendaraan dengan baik. Jadi alhamdulillah per siang ini, kondisi jauh lebih terkendali," tambah Anies.

Sementara itu, lanjut Anies, untuk lokasi pengungsian yang disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ada sebanyak 44. Namun hari ini, tinggal 10 lokasi yang masih ditempat warga yang mengungsi.

"10 lokasi ini masih digunakan seperti juga pengalaman selama ini, pengungsi tidak berada di lokasi pengungsian terus-menerus. Mereka menggunakan sebagai tempat sementara sambil membersihkan rumah. Jadi lokasi-lokasi ini masih dipertahankan sampai mereka benar-benar bisa kembali ke rumahnya masing-masing," lanjutnya.