Anies Sulap Monas Jadi Posko Oksigen

·Bacaan 2 menit

VIVA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah membuat posko oksigen di kawasan Monumen Nasional Jakarta Pusat. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan oksigen di rumah sakit.

"Saya malah periksa posko oksigen kita. Kita ada posko oksigen di Monas. Itu khusus untuk rumah sakit. Rumah sakit yang membutuhkan oksigen ekstra, mereka membawa tabungnya ke posko kita di Monas," kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Jakarta, Senin, 5 Juli 2021.

Sebab, sejak angka kasus postif COVID-19 melonjak tajam di Provinsi DKI Jakarta, permintaan tabung oksigen untuk menangani pasien salah satunya pasien COVID-19 juga meningkat.

"Lalu posko in yang akan mencari oksigen dari tempat-tempat distributor dan produsen. Karena sekarang kebutuhan meningkat. Tapi ini bukan untuk individu, pribadi. Ini untuk rumah sakit. Biasa rumah sakit bawa, ada yang 10 tabung, ada yang 15 tabung," ujarnya.

Baca juga: Cara Anies Atasi Pasokan Oksigen untuk Pasien COVID-19 di Jakarta

Nantinya, tabung oksigen itu diangkut oleh mobil milik Satuan Polisi Pamong Praja (satpol PP), Dinas Lingkungan Hidup, dan dari Bina Marga juga.

"Kemudian di situ kita bawa pakai truk-truk kita. Yang bekerja di situ malah bukan dinas kesehatan, itu bina marga, lingkungan hidup, Satpol PP, Sumber daya air. Karena truk-truk besar itulah yang dipakai untuk mencari pengisian tabung," katanya.

Ia pun tak memungkiri bahwa memang permintaan oksigen di rumah sakit jumlahnya meningkat tajam. Tapi, stok isi tabung oksigen sejauh ini masih tercukupi dengan baik.

"Angkanya memang tinggi. Walaupun sejauh ini masih terpenuhi. Tapi kita tahu di luar sana masyarakat membutuhkan banyak sekali. Kalau RS masih terpenuhi. di luar yang masih menjadi masalah," ujarnya.

Tak hanya itu, Anies juga menyampaikan bahwa di Monas ini juga ada Posko untuk pemulasaran jenazah COVID-19.

"Di sini ada posko pemulasaran. Ketika ada yang meninggal di kampung atau di kompleks. Kemudian membutuhkan pemulasaran, maka tim yang ada di Monas akan dikirimkan untuk melakukan pemulasaran sampai pemakaman," katanya.

Nantinya, dari keluarga dapat melaporkan apabila ada angota keluarga yang meninggal akibat COVID-19 maka bisa langsung melaporkan ke pihak Rukun Tetangga (RT) dan juga Rukun warga (RW).

"Ke RT, RW, nanti lurah akan mengontak ke kita. Nanti kita akan kirim," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel