Anies Tegaskan Situasi Jakarta Belum Aman dari COVID-19, Ini Buktinya

·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menegaskan bahwa situasi pandemi COVID-19 di Jakarta sama sekali belum aman. Hal tersebut nampak dari jumlah kasus aktif yang masih tergolong tinggi.

Menurut Anies, jumlah kasus aktif di DKI masih menyentuh angka 64.000 kasus dengan positivity rate pada persentase 25 persen, meskipun diakui pula tekanan dan antrean di faskes sudah terurai.

“Kita harus hati-hati memaknainya (penurunan situasi pandemi). Kasus aktif 64.000 itu masih 2x lebih tinggi daripada puncak gelombang pertama lalu. Positivity rate 25 persen itu masih jauh di atas rekomendasi ideal WHO yaitu di bawah 5 persen," kata Anies di Jakarta, Senin 26 Juli 2021.

Baca Juga: Viral, Restoran Ini Buat Promo PPKM Buy 1 Get 1 Kecuali Jokowi

Anies menyebutkan, bahwa antrean IGD sudah terurai, namun ICU masih padat, sambil tekanan perlahan berkurang. Artinya, tren penurunan ini nyata terlihat, tapi situasi masih jauh dari ideal.

"Maka, penting sekali kita melanjutkan dan terus mendorong momentum perbaikan situasi ini. Urutannya adalah antrean IGD, lalu kamar rawat inap, dan ICU. Antrean IGD sudah terurai, semoga berikutnya diikuti dengan pelonggaran keterisian di kamar rawat inap dan ICU,” terangnya.

Oleh karena itu, Anies tetap mengimbau seluruh warga Jakarta agar tidak kendor dalam mematuhi protokol kesehatan dan mengurangi mobilitas seperti anjuran di dalam peraturan PPKM Level 4.

Bahkan, ia juga meminta secara khusus kepada perusahaan agar tidak merisikokan para karyawannya dengan mengharuskan bekerja di kantor apabila pekerjaan tersebut dapat dikerjakan dari rumah.

“Maka, izinkan saya menyampaikan pada warga Jakarta sekalian. Jangan pesimis, nyatanya kita bisa bersama-sama mulai menurunkan tingkat kegawatan situasi. Tapi, juga jangan lengah, jangan kendor," katanya.

Karena itu, ia meminta kepada warga jangan sampai gelombang perbaikan yang mulai terasa ini lalu berhenti atau malah berbalik jadi naik kembali karena lengah dan kendor.

"Tetap jaga prokes kapanpun dan di manapun, serta terus kurangi mobilitas yang tidak perlu. Bagi perusahaan-perusahaan, jangan paksakan karyawan masuk bila itu merisikokan protokol kesehatan di kantor Anda. Jaga tanggung jawab ini,” katanya.

Selain itu, ia juga mengimbau agar warga segera melakukan vaksinasi, karena dengan vaksinasi terbukti berhasil menurunkan risiko keparahan dan kematian akibat COVID-19 secara signifikan.

Terlebih, Pemprov DKI Jakarta telah berkolaborasi dengan banyak pihak untuk melaksanakan vaksinasi bagi warganya serta pribadi-pribadi yang berkegiatan di Jakarta dengan berbagai kemudahan.

Mulai dari sentra vaksinasi di Kelurahan, mobil vaksin keliling, dan lain sebagainya. Sehingga, target DKI Jakarta untuk memvaksin 8 juta orang dewasa pada akhir Agustus 2021 dapat terpenuhi.

“Data di Jakarta nyata, menunjukkan bahwa vaksinasi menurunkan risiko keparahan dan kematian akibat COVID-19 secara signifikan. Karena itulah, ikhtiar kita untuk ikut divaksin harus semakin kuat setelah melihat fakta di lapangan bahwa vaksin menurunkan risiko kematian secara signifikan," ujarnya.

Maka, jangan tunda lagi, bagi yang belum, segera dapatkan vaksin untuk Anda dan keluarga. Daftar lewat JAKI dan lindungi dari keluarga.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel