Anies Temui Luhut dan Saling Tertawa, Ini yang Dibicarakan

Dusep Malik, Syaefullah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Koordiantor Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menerima Gubernur DKI Jakarta Bapak Anies Baswedan di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, 10 Maret 2021.

Kata Luhut, pertemuan itu berbincang terkait sejumlah permasalahan pengembangan wilayah dan percepatan pembangunan infrastruktur di DKI Jakarta. Mulai dari signifikasi Jakarta dalam Pemulihan Ekonomi Nasional hingga percepatan proyek yang punya dampak signifikan.

"Pertemuan ini merupakan salah satu dari rangkaian koordinasi saya dengan para Kepala Daerah, khususnya di bidang infrastruktur dan transportasi," kata Luhut dalam instagramnya @luhut.pandjaitan, Rabu 10 Maret 2021.

Luhut menuturkan, bahwa Anies adalah Gubernur terakhir dari Pulau Jawa yang saya temui setelah sebelumnya saya bertukar pikiran dengan Gubernur Jateng, Jabar, Banten, Jatim dan DIY.

Anies berujar ke Luhut: “Pak Luhut, I come to you with menu of problem.” Begitulah kalimat pertama yang beliau sampaikan. Luhut pun menjawab: “no problem pak, we can solve it. Asal harus terintegrasi.”

"Karena prinsip dan banyak pengalaman problem solving yang saya lakukan, termasuk dalam kaitannya dengan program-program kerja pemerintah," katanya.

Luhut menuturkan, Anies sampaikan kepada saya bahwa beliau meminta dukungan pemerintah pusat terkait tiga hal yang jadi permasalahan utama Pemprov DKI, pertama pengendalian banjir, mengingat di Jakarta penyebab banjir ada 3 yaitu rob, tanggul, dan sungai.

"Karenanya saya sampaikan perlu ada pengendalian banjir di hulu, di Ibu Kota, aktivasi rumah pompa, dan bagaimana agar drainase di Ibu kota berfungsi dengan baik. Yang tak kalah penting adalah penanganan sampah dan limbah di Jakarta dilakukan secara tepat, jika semua hal ini dilakukan secara beriringan, saya kira banjir di Jakarta bisa kita atasi," ujarnya.

Kedua, terkait pengembangan transportasi yang perlu terus diintegrasikan termasuk pembangunan trase-trase infrastruktur transportasi publik demi kemudahan mobilitas warga Ibu kota dan Jabodetabek. Yang ketiga adalah pariwisata yang akan difokuskan di pengembangan kawasan Kepulauan Seribu.

Luhut pun menambahkan, anggaran pemulihan ekonomi nasional yang ada, ia rasa harus menjelma jadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat, lewat proyek-proyek padat karya untuk menggerakkan roda perekonomian kembali.

"Kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah sudah selayaknya harus saling sinergi untuk saling membangun. Marilah kita lepaskan ego sektoral yang ada diantara kita demi suksesnya pembangunan Indonesia yang berkelanjutan," katanya.