Anies Ungkap Beberapa Pengungsi Banjir Jakarta Terpapar COVID-19

Dusep Malik, Andrew Tito
·Bacaan 1 menit

VIVA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, berdasarkan temuan dari pihaknya, ada beberapa orang pengungsi banjir Jakarta yang terkonfirmasi mengidap Virus COVID-19.

Anies mengatakan temuan beberapa pengungsi yang terkonfirmasi COVID-19 tersebut ada di 10 lokasi pengungsian.

"Ada di beberapa lokasi yang memang ketika dites antigen hasilnya positif COVID-19," ujar Anies ditemui di kawasan Kembangan Utara Jakarta Barat, Senin 22 Februari 2021.

Anies mengatakan, para pengungsi yang terkonfirmasi positif COVID-19 itu ditempatkan di tenda isolasi dan dites lalu diberi layanan yang dibutuhkan.

Anies menjelaskan, jika para pengungsi yang positif COVID-19 memerlukan isolasi, para pengungsi akan diarahkan untuk mendapatkan perawatan di fasilitas isolasi terkendali milik pemerintah.

"Bila butuhnya perawatan rumah sakit, akan diantar ke rumah sakit," ujarnya.

Sementara itu berdasarkan data dari BPBD pada minggu 21 Februari 2021, diketahui ada 15 RW terdiri atas 29 RT yang masih terdampak banjir. Angka itu menurun dibandingkan pada Sabtu, 20 Februari 2021, yang sempat mencapai 113 RW terdiri atas 342 RT.

Jumlah pengungsi yang terdata pada Minggu 21 Februari ada sebanyak 1.332 jiwa dari 384 KK, semuanya dari wilayah Jakarta Timur. Angka itu juga telah menurun dari kemarin yang mencapai 3.311 jiwa pengungsi, tersebar di 44 lokasi pengungsian.

Sementara, lima orang meninggal dunia akibat banjir. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD DKI Jakarta Sabdo Kurnianto mengatakan empat di antara korban itu adalah anak-anak dan seorang pria berusia 67 tahun.

Korban lansia itu terkunci di dalam rumah, di Jatipadang, Jakarta Selatan.

Selain itu, empat anak-anak terdiri atas tiga anak laki- laki di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat yang hanyut terseret arus banjir saat sedang bermain. Dan satu anak usia tujuh tahun yang tenggelam di Jakarta Barat.