Anies: Vaksinasi Kurangi Gejala Berat Jika Terpapar COVID-19

·Bacaan 2 menit

VIVAGubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan, orang yang sudah divaksin COVID-19 itu setidaknya jika terpapar dapat mengurangi tingkat keterpaparan.

Hal itu diungkapkan Anies ketika meninjau langsung vaksinasi anak usia 12-17 tahun di berbagai sekolah, seperti di MAN 7 Jagakarsa, dan SMKN 15 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 2 Juli 2021.

Di MAN 7 Jagakarsa, Anies menyapa para siswa dengan melemparkan sebuah pertanyaan, terkait hubungan kekebalan tubuh setelah divaksin.

"Apakah kalau sudah divaksin aman dari keterpaparan? Masih tetap bisa kan? Bedanya apa? Bedanya kalau pun terpapar tidak merasakan gejala berat. Jadi ada yang namanya terpapar, ada juga yang namanya terinfeksi, maka Insya Allah tidak menimbulkan radang yang berat," katanya.

Anies menambahkan, "Pengalaman tim medis kita banyak yang terpapar padahal banyak yang sudah divaksin. Namun, meski terpapar mereka tidak alami gejala berat. Jadi adik-adik semua, habis vaksin tetap pakai masker ya, Insya Allah sehat semua," ujarnya.

Setelah itu, ia menjelaskan kepada para orang tua dan guru yang hadir di sana bahwa saat ini, untuk mendaftarkan vaksinasi bisa melalui aplikasi JAKI.

"Ibu Bapak sudah vaksin? Kalau mau daftar vaksin gampang. Pernah buka JAKI? Saya usul downlod aplikasinya, di sini ada fasilitas daftar vaksinasi. Jadi buat siapa saja bisa daftar di sini. Bebas pilih tempat bebas pilih waktunya," katanya.

Ketika pembahasan vaksinasi tengah berlangsung, Gubernur Anies menyapa beberapa orang murid MAN 7. Salah satunya bernama Anggita Salsabila, kelas XI. Anies bertanya terkait pengalaman Anggita mengikuti vaksinasi.

Anggita menjelaskan, ia mengetahui info vaksinasi melalui pesan digital, media sosial, serta informasi yang sering diberitakan di televisi.

"Semalam saya dapat kabar dari grup pesan elektronik kelas saya Pak. Selain itu juga sering melihat info pentingnya vaksinasi dari televisi, dan orang tua saya mendukung saya untuk ikut vaksinasi" ujar Anggita.

Hal senada disampaikan oleh Hanny Salsabila, teman Anggita. Ia mengucapkan terima kasih karena Pemprov DKI telah memfasilitasi anak usia 12-17 tahun agar bisa divaksin.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur pagi ini atas waktu dan berkenan melaksanakan vaksinasi di MAN 7 ini. Kami berharap dengan diadakan ini, bisa memotivasi siswa agar bisa mengikuti vaksin, demi menjadi agen perubahan yang lebih baik dan mengajak siswa-siswi semua untuk vaksinasi. Terima kasih," ujar Hanny.

Anies berharap mereka yang mengikuti vaksinasi anak di MAN 7 Jagakarsa maupun di SMKN 15 Kebayoran Baru bisa menjaga kesehatan dan terlindungi dari risiko keterpaparan.

Gubernur Anies pun tidak lupa memberikan apresiasi kepada para siswa yang telah kooperatif ikut menyukseskan vaksinasi.

"Alhamdulillah, jadi ini bagian kita, tanggung jawab melindungi masing-masing. Karena varian baru sekarang ini banyak anak-anak yang terkena. 16 persen itu anak-anak. Ini yang berani berpendapat saya kasih kenang-kenangan (topi Gubernur kepada Anggita dan Hanny)," ujar Anies.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel