Animisme adalah Kepercayaan pada Roh dalam Suatu Benda, Ini Bukti Keberadaannya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Mengenal animisme adalah paham kepercayaan atau pemujaan kepada jiwa atau roh. Pemuja animisme adalah percaya bahwa benda-benda tertentu memiliki jiwa atau roh, tak hanya makhluk hidup. Mempercayai kekuatan gaib dan memuja arwah leluhur atau benda adalah wujud animisme.

Animisme adalah berasal dari kata “anima” yang memiliki arti roh. Zakiah Daradjat dalam buku berjudul Perbandingan Agama I yang terbit tahun 1996 menjelaskan, animisme adalah kepercayaan pada makhluk halus dan roh sebelum manusia mendapatkan pengaruh dari ajaran yang sifatnya wahyu Tuhan.

Dalam situs website resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, animisme adalah salah satu kepercayaan yang diyakini oleh manusia di masa pra-sejarah seperti zaman megalitikum. Manusia purba di zaman tersebut meyakini animisme adalah bagian dari kekuatan di luar kuasa manusia.

Berikut Liputan6.com ulas tentang animisme sebagai kepercayaan dari berbagai sumber, Minggu (26/9/2021).

Kepercayaan Animisme

Kepercayaan animisme adalah digambarkan, setelah manusia meninggal dunia, roh akan meninggalkan jasmani yang kemudian berpindah menempati makhluk hidup atau benda material. Inilah asal muasal diperlukan pemujaan kepada arwah leluhur atau benda yang memiliki kekuatan gaib agar tidak mengganggu.

Dalam kepercayaan animisme adalah ada struktur sosial, persis seperti yang dianut manusia purba. Arwah leluhur yang menempati struktur sosial tinggi adalah paling menentukan kehidupan manusia, sehingga pemujaan kepadanya dilakukan lebih serius dibandingkan pemujaan kepada roh lainnya.

Contoh paling populer dari kepercayaan animisme adalah dilakkan upacaya syukuran saat panen untuk memanggil roh atau dewa pertanian. Kemudian upacara kematian, ritual pemakam, dan masih banyak lagi contoh kepercayaan animisme yang sampai sekarang dianut.

Tak hanya roh manusia, salah seorang ahli A.G. Pringgididgo dalam buku Ensiklopedi Umum yang terbit tahun 1973, menjelaskan animisme adalah membawa seseorang untuk bisa percaya bahwa alam yang meliputi gunung, hutan, gua, dan kuburan memiliki jiwa sekaligus harus dihormati. Jika tidak, maka roh di benda-benda tersebut akan mengganggu manusia.

Bukti Keberadaan Animisme

Potret warga di Rumah Radakng atau Rumah Panjang di Desa Saham, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Rabu (8/8/2019). Rumah Radakng atau Rumah Panjang adalah Rumah adat Suku Dayak di Kalimantan Barat salah satu yang tertua. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Potret warga di Rumah Radakng atau Rumah Panjang di Desa Saham, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Rabu (8/8/2019). Rumah Radakng atau Rumah Panjang adalah Rumah adat Suku Dayak di Kalimantan Barat salah satu yang tertua. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Suku Dayak merupakan komunitas etnis tertua di wilayah Kalimantan yang masih menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Pulau terbesar ketiga di dunia ini merupakan kawasan eksotis yang memiliki kekayaan flora dan fauna yang tak ternilai. Secara fisik, Dayak masuk dalam ras Mongoloid dengan perpaduan ciri antara orang Cina dan Melayu.

Sejauh ini, orang Dayak masih menganut animisme dan dinamisme. Beberapa suku menyebutnya Kaharingan. Kepercayaan turun temurun ini meyakini bahwa alam sekitar dipenuhi makhluk-makhluk halus dan roh-roh yang tinggal di setiap benda, seperti pohon, sungai, dan batu. Orang Dayak percaya, roh nenek moyang akan menjaga mereka dari gangguan makhluk-makhluk halus yang jahat.

Kepercayaan itu membuat mereka mengeramatkan beberapa binatang seperti burung Enggang. Penghormatan itu ditunjukkan dalam tari Enggang yang dilenggokkan kaum perempuan suku Dayak. Bagi suku Dayak, burung Enggang membawa pesan-pesan alam yang berhubungan dengan roh nenek moyang. Burung Enggang diyakini menjadi wahana bagi roh yang telah meninggal untuk mencapai surga.

Suku Dayak hidup dalam klan-klan kecil keluarga luas dan tinggal dalam sebuah rumah panjang. Suku Dayak Kenyah menyebut rumah panjang itu Uma Dadog. Sedangkan suku Dayak lain umumnya menamai pemukiman itu Lamin. Sebuah Lamin didirikan secara bergotong royong sebagai tempat tinggal bersama yang bisa dihuni hingga ratusan jiwa.

Animisme Kepercayaan Manusia Purba

Orang-orang pada masa pra-sejarah sudah menyadari kalau ada kekuatan lain di luar mereka. Oleh karena itu, mereka berusaha mendekati kekuatan itu. Mereka mengadakan berbagai upacara, seperti pemujaan, pemberian sesaji, atau upacara ritual lainnya.

Tak hanya kepercayaan animisme yang dianut, tetapi dinamisme dan tetonisme. Animisme adalah bagi manusia purba, percaya terhadap roh yang mendiami semua benda. Mereka memercayai adanya roh di luar roh manusia yang dapat berbuat jahat dan berbuat baik. Roh-roh itu mendiami semua benda, misalnya danau, pohon, dan sebagainya.

Sementara dinamisme adalah kepercayaan bahwa segala sesuatu punya tenaga atau kekuatan yang dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia. Mereka percaya terhadap kekuatan gaib dan kekuatan itu dapat menolong mereka. Kekuatan gaib itu terdapat di dalam benda-benda seperti keris, patung, gunung, pohon besar, dll. Wujud kepercayaan dinamisme hampir mirip dengan animisme.

Wujud kepercayaan dinamisme adalah untuk mendapatkan pertolongan kekuatan gaib tersebut, mereka melakukan upacara pemberian sesaji, atau ritual lainnya. Untuk kepercayaan tetonisme, kepercayaan bahwa hewan tertentu dianggap suci dan dipuja karena memiliki kekuatan supranatural. Hewan yang dianggap suci misalnya sapi, ular, dan harimau.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel