Animo masyarakat tinggi saksikan balap motor PON Papua

·Bacaan 2 menit

Cabang olahraga balap motor PON Papua menarik animo yang sangat besar dari masyarakat yang rela berpanas-panasan di bawah terik matahari demi menyaksikan para jagoan balap di Sirkuit Fregeb Waninggap, Tanah Miring, Merauke.

Seperti halnya gelaran roadrace pada dua hari sebelumnya, nomor motorcross yang dilombakan pada Sabtu menggaet lebih banyak penonton yang berjajar di sepanjang pagar pembatas trek tanah itu.

Beberapa warga bahkan datang secara berombongan diangkut menggunakan truk, yang mereka gunakan sebagai 'tribun dadakan' di sisi luar pagar trek.

Tak sedikit pula orang tua yang membawa anak-anaknya yang masih balita menonton olahraga yang menjadi salah satu favorit di Merauke itu.

Warga menyaksikan perlombaan motorcross PON Papua di Sirkuit Tanah Miring, Merauke. (9/10/2021) (ANTARA/Aditya E.S. Wicaksono)
Warga menyaksikan perlombaan motorcross PON Papua di Sirkuit Tanah Miring, Merauke. (9/10/2021) (ANTARA/Aditya E.S. Wicaksono)

Yosias Ndun seorang guru SMP di Senayu, menyempatkan diri menyambangi sirkuit motorcross Tanah Miring yang berjarak lebih dari satu jam dari tempat ia mengajar.

Baca juga: Tuan rumah kawinkan emas motorcross beregu PON Papua
Baca juga: Crosser muda tuan rumah boyong emas motorcross 125cc beregu PON Papua

Yosias pun mengajak putranya, Rizan, yang antusias ingin menonton para crosser melompat tinggi di atas gundukan pasir tertinggi setelah garis finis.

"Rata-rata orang sini suka balap, tapi yang berlumpur-lumpur," kata Yosias.

Ribuan warga memadati bahu jalan dan sebagian melompati parit demi spot yang lebih dekat ke trek, bahkan tak sedikit dari mereka memanjat pohon-pohon di sekitar.

Ibu Ernawati menjadi salah satu warga yang menonton dari luar pagar karena beliau belum boleh divaksin.

"Saya baru pertama kali ini menonton balapan," kata Ernawati yang datang ke sirkuit mengajak cucunya.

Erna dan sejumlah kerabat yang turut serta tampak antusias menyaksikan crosser-crosser nasional beraksi di sirkuit kebanggaan Merauke itu.

"Saya juga punya anak, dia suka motor tapi sejak menikah dia sudah tidak balapan lagi," kata Erna memberi gambaran bagaimana populernya balapan di mata warga setempat.

Warga menyaksikan perlombaan motorcross PON Papua di Sirkuit Tanah Miring, Merauke. (9/10/2021) (ANTARA/Aditya E.S. Wicaksono)
Warga menyaksikan perlombaan motorcross PON Papua di Sirkuit Tanah Miring, Merauke. (9/10/2021) (ANTARA/Aditya E.S. Wicaksono)

Crosser tim DKI Jakarta M. Delvintor Alfarizi merasakan sendiri bagaimana antusiasme warga setempat yang menyaksikan gelaran motorcross yang untuk pertama kali digelar di PON serta di pekan olahraga empat tahunan pertama di Bumi Cendrawasih itu.

"Euforianya asik banget... lumayan banyak juga penontonnya kalau saya lihat," kata Delvintor.

"Tidak hanya saya sendiri tapi para pebalap motorcross lainnya pasti senang melihat antusias yang sangat besar seperti ini."

Seperti yang diungkapkan oleh Bupati Merauke Romanus Mbaraka ketika meninjau kesiapan Sirkuit Tanah Miring beberapa hari lalu bahwa olahraga balap sangat cocok dengan karakteristik warga Merauke.

Baca juga: Jadwal motorcross PON Papua: empat emas terakhir jadi rebutan

"Hampir setiap anak Merauke ini memiliki jiwa balapan," ungkap Bupati Romanus ketika ditemui Antara.

"Jadi kalau hitungan saya, untuk semua venue (yang ada di Merauke), mungkin venue yang akan paling ramai adalah balapan motor, karena luar biasa animo rakyat di Merauke, rakyat di Papua," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel