Anindya Bakrie Bakal Bawa Kadin Wujudkan Indonesia Emas di 2045

·Bacaan 1 menit

VIVAAnindya Bakrie melakukan pendaftaran sebagai calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Indistri (Kadin) Indonesia periode 2021-2026. Usai pendaftaran, Anindya ditanya soal visi dan misinya untuk Kadin Indonesia bila terpilih sebagai ketua umum.

Dia menjelaskan, visinya tentang Kadin ke depan adalah bagaimana agar di tahun 2045, Kadin bisa membantu Indonesia menjadi Indonesia Emas.

"Tentu Kadin fokus untuk bidang ekonomi di mana membuat ekonomi kita berwibawa dan mandiri," kata Anindya di Menara Kadin Indonesia, Senin 24 Mei 2021.

Anindya kemudian menjelaskan visinya adalah pro Kadin, yang dijelaskannya dalam akronim 'KADIN' itu sendiri. Rinciannya, huruf K-nya memperkuat kelembagaan. Pun, huruf A-nya memperkuat agrikultur untuk ketahanan pangan, D-nya memperkuat daerah dan UMKM.

Lalu, I-nya adalah industrialisasi berbasis ekspor dan komoditas. Selanjutnya, huruf N adalah normalisasi sektor kesehatan dan industrinya.

"Jadi, itulah program kerja yang akan kami usung dan kami akan perjuangkan di Munas nanti," ujarnya.

Terkait peluang menang dalam persaingan Caketum Kadin, Anindya mengaku cukup optimis. Apalagi, dengan pengalamannya sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Pemberdayaan (OKP) selama 15 tahun. Bagi dia, Kadin ini sudah dianggapnya sebagai keluarga sendiri.

"Jadi, Insha Allah kami kenal dan dikenal, dan kami juga tahu permasalahan. Sehingga, mudah-mudahan kami bisa membantu mencari solusi yang terbaik," jelas Anindya.

Dia menambahkan, apabila terpilih sebagai ketua umum, maka Kadin akan menjaga kerja sama dengan pemerintah sebagai counter party dan juga sebagai pimpinan negara.

Dengan demikian, ia berharap agar semua hal ini bisa membuat teman-teman kadin dan UMKM di daerah naik kelas. Hal ini untuk memperbaiki situasi setelah keadaan perekonomian tertekan akibat pandemi COVID-19.

"Kita juga bisa maju bersama, dan bukan hanya di pusat, tapi juga di daerah. Lalu tidak hanya yang besar (yang maju), tapi juga yang kecil, sehingga mereka bisa ikut berperan," ujarnya.