Anindya Bakrie Dukung Menperin Kembangkan 27 Kawasan Industri

Fikri Halim, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasamita mengadakan pertemuan dengan pengusaha nasional yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa, 4 Mei 2021. Hadir dalam kesempatan itu, Calon Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie.

Dalam pertemuan tersebut, Menperin mengajak Kadin untuk turut serta mendukung pengembangan 27 kawasan industri terpadu yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

"Semua ini punya potensi sangat besar untuk dikembangkan pengusaha. Salah satunya Teluk Bintuni, ini kawasan industri yang akan kita bangun dari gas yang akan kita dorong hilirisasi, petrochemical di sana. Kenapa saya sampaikan potensi, tentu kami mengundang teman-teman Kadin bisa berpartisipasi," kata Agus saat pertemuan.

Baca juga: Kemenhub Ungkap Perusahaan di Balik Maskapai Baru Super Air Jet

Merespons hal tersebut, Anin yang saat itu didampingi oleh enam wakil ketua umum Kadin, para ketua Kadin daerah maupun perwakilan dan 15 asosiasi pengusaha di bawah naungan Kadin menyambut baik undangan dari Menperin tersebut.

Khusus untuk Kawasan Industri Teluk Bintuni, Anin menganggap lokasi tersebut memang sangat strategi di kawasan Asia pasifik. Sebagai Ketua APEC Business Advisory Council (ABAC) dia menerangkan dijadikannya kawasan tersebut sebagai KIT bisa memperkuat representasi Indonesia di kawasan.

"Tadi yang Bintuni, cerdas sekali pak karena kami Ketua ABAC dan memang yang membuat kita menjadi bagian dari Asia Pasifik ya di situ. Jadi masuk akal sekali," tutur Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Pemberdayaan Daerah ini.

Di sisi lain, Anin meyakini, dengan adanya peta kawasan industri ini akan semakin memudahkan pelaku usaha mengoptimalkan fokus sektor industrinya di masing-masing daerah. Sebab, pemerintah telah menetapkan 27 kawasan industri ini dengan potensi daerah itu sendiri.

"Ini luar biasa sekali karena pemetaan itu membuat teman-teman di daerah 34 provinsi itu bergeliat dan bersemangat karena salah satu keluhan yang kami lihat di daerah itu terjadi banyak ketimpangan," papar Anin.

Dia menekankan, berbeda sekali dengan pengusaha di Jakarta, para anggota Kadin Daerah selama ini harus menghadapi kesulitan akses informasi, pembiayaan hingga pasar. Oleh sebab itu, dengan adanya pemerataan kawasan industri bisa meminimalisir kesulitan tersebut.

"Dengan ke depannya seperti ini kita menginginkan kawasan industri, kawasan ekonomi khusus justru bisa membuat daerah semakin maju karena salah satu fokus kami adalah pemberdayaan daerah. Dengan era yang maju secara nasional perekonomian juga akan makin maju," tegasnya.