Anindya Bakrie Gaungkan Persatuan: Kadin Bukan Tempat Berpolitik

Fikri Halim, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kandidat Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyatakan komitmennya untuk memperkuat prinsip persatuan dan kerja sama para anggota jelang Musyawarah Nasional (Munas) Kadin 2021. Hal itu disampaikan dalam acara silaturahmi dan ramah tamah Kadin Indonesia di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat, 5 Maret 2021.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah petinggi Kadin Indonesia termasuk Ketua Umum Kadin saat ini, Rosan Perkasa Roeslani.

Anindya Bakrie menegaskan, marwah para pengusaha adalah saling bergotongroyong memajukan ekonomi. Menurutnya inilah yang menjadi cita-cita utama dari Kadin, yaitu untuk memajukan perekonomian.

"Itu yang paling penting karena persatuan itu hakiki di Kadin. Kalau pengusaha tidak bersatu bagaimana kita bisa didengarkan pihak-pihak terkait, dari pemerintah, masyarakat," tutur Anin akrabnya disapa.

Wakil Ketum Kadin Indonesia Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Pemberdayaan Daerah ini menekankan, saat ini adalah era kolaborasi dalam dunia usaha. Sebab, dengan adanya Pandemi COVID-19, tidak ada satupun yang bisa bekerja sendiri-sendiri dan menang sendiri.

"Kalau kita bicara usaha harus berkolaborasi di zaman sekarang di mana semua serba berubah, serba cepat, teknologi serba tinggi artinya kita mesti bersatu dan kompak," tegas dia.

Menurut Anin, Kadin kini tengah fokus membantu pemerintah untuk menyukseskan program vaksinasi dan pemulihan ekonomi nasional. Program ini bisa sukses bila dikerjakan bersama-sama.

"Kita duduk sama-sama mendengarkan arahan Pak Ketua Umum Rosan. Jadi membicarakan mengenai vaksinasi gotong royong dan juga program pemulihan ekonomi bersama juga turunan dari Undang-Undang Cipta Kerja," tutur Anin.

Anin menegaskan, prinsip utama yang telah disepakati para anggota Kadin adalah tidak menjadikan organisasi ini sebagai tempat berpolitik. Melainkan untuk sama-sama menciptakan pemerataan ekonomi.

"Kalau daerah maju tentu nasional maju. Kita sama-sama sepakat, Kadin itu bukan tempat berpolitik tapi buat bersama-sama membuat perekonomian bukan hanya tumbuh tapi juga ada pemerataan," papar dia.

Baca juga: Hasil Voting Berdiri, Moeldoko Terpilih Jadi Ketum Demokrat Versi KLB