Anindya Bakrie Minta Restu Ninik Mamak di Ranah Minang

Agus Rahmat, Andri Mardiansyah (Padang)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, meminta restu dan doa kepada para Ninik Mamak (tokoh adat) dan saudara yang ada di Ranah Minang, Sumatera Barat. Sebagai orang Sumando (menantu laki-laki), Anindya berharap dukungan, doa dan restu itu mengalir kepadanya.

“Saya ke sini, ibarat pulang kampung sendiri. Kebetulan, istri saya berasal dari sini, orang Pariaman. Kita juga, sudah 20 tahun bercocok tanam di daerah Pasaman. Sebagai orang Sumando, saya minta doa restu kepada Ninik Mamak dan saudara semua di Sumbar,” kata Anindya saat menghadiri silaturahmi sambil berbuka puasa bersama dan berbagi berkah Ramadhan dengan Anak yatim di Pangeran Beach Hotel Padang, Minggu 2 Mei 2021.

Baca juga: Ini Alasan Kadin Sumut Tegas Dukung Anindya Bakrie Jadi Ketum

Secara sederhana, Anindya melihat pengusaha itu bukan hanya mampu keluar dari kesulitan terutama dimasa pandemi seperti saat ini. Namun juga, harus bisa naik kelas baik itu pengusaha daerah maupun pengusaha yang ada di pusat.

Sehingga, perkembangan ekonomi daerah bisa maju secara bersama-sama. Selama ini ia menilai, banyak ketimpangan dan ketidakadilan. maka dari itu, dunia usaha perlu untuk menyikapi hal ini.

“Kita lihat, banyak ketimpangan dan ketidakadilan. Kami dari dunia usaha, perlu menyikapi ini. Kadin mesti melibatkan, membumi. Karena, UMKM itu tulang punggung Indonesia. Pengusaha milenial saat ini sangat gesit. Mudah-mudahan, kita bisa bekerja sama. Sumbar butuh dukung bulat. Kalau tidak dukung, bukan soal suara, malunya saya pulang ke rumah itu, minta ampun,” kata Anindya.

Selain meningkatkan pola industrialisasi kata Anin, Kadin juga harus mampu melindungi para pengusaha dan perusahaan. Karena, sejatinya esensi Kadin adalah demikian.

“Saya punya misi itu, bagaimana investasi luar negeri juga harus melibatkan pengusaha lokal. Perlindungan terhadap pengusaha lokal, merupakan esensi dari visi dan misi ini. Karena itu, marwah pengusaha khususnya yang tergabung di Kadin, harus diperjuangkan demi kebangkitan perekonomian, apalagi bagi pengusaha-pengusaha muda yang harus kita support dan kita lindungi,” jelas Anindya Bakrie.