Anindya Bakrie Ungkap Kalteng Punya Potensi Besar Genjot Perekonomian

·Bacaan 1 menit

VIVA – Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Pemberdayaan Daerah, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie menghadiri pembukaan Musyawarah Provinsi VII Kadin Kalimantan Tengah di Palangka Raya hari ini. Potensi ekonomi di kawasan itu pun ditegaskan masih terbuka dengan luas.

Anindya Bakrie mengatakan, Kalteng memiliki banyak daya tarik dan potensi bisnis yang bisa dikembangkan untuk memacu ekonomi setempat. Yang akhirnya, akan berdampak pada ekonomi nasional.

"Juga nantinya sebagai provinsi penyangga kemungkinan Ibu Kota berikutnya. Kalteng memiliki potensi luar biasa," ujar Anindya yang merupakan calon kuat ketua umum Kadin Indonesia periode 2021-2026, Sabtu, 22 Mei 2021.

Baca juga: Erick Thohir Serukan Galang Donasi Bagi Rakyat Palestina

Saat ini Anindya menilai, upaya mendongkrak perekonomian di kota-kota yang merupakan bagian dari Kalteng saat ini sudah cukup baik. Hal itu terlhiat dari pengembangan akses UMKM maupun IKM yang semakin erat kemitraannya dengan pengusaha besar.

Dalam hal ini, Kadin ditegaskan Anindya, akan memastikan kolaborasi antara UMKM dan para pengusaha besar serta Pemerintah akan semakin erat. Dengan berfokus mulai dari akses permodalan, penyesuaian bisnis hingga pelatihan bisnis maupun pekerja.

"Juga jadi fasilitator agar segala macam tantangan bisnis bisa diselesaikan dan dikerjasamakan dengan Pemerintah. Supaya menjadi kebijakan yang baik.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fitri mengungkapkan, pihaknya berharap bahwa kepengurusan baru Kadin Kalteng meningkatkan kerja sama dan kolaborasi ke depannya. Sehingga, motor perekonomian di daerah itu bisa lebih terakselerasi.

"Kami membutuhkan Kadin dalam rangka menggerakkan perekonomian Kalteng agar semakin optimal," tegasnya. (Ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel