Anindya Bakrie Ungkap Pentingnya Asia Pasifik Jadi Poros Ekonomi

Dusep Malik, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua Dewan Penasihat Bisnis Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik atau APEC Business Advisory Council (ABAC), Anindya N. Bakrie, mengatakan keberadaan poros ekonomi di kawasan Asia Pasifik merupakan sesuatu yang relevan dan harus bisa dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku usaha di sekitarnya.

Dia menjelaskan, hal itu salah satunya adalah karena jumlah total produk domestik bruto (PDB) di kawasan Asia Pasifik, telah berkontribusi sekitar 57 persen dari total PDB dunia.

"Jadi memang visi dari dua puluh tahun lebih yang lalu di Bogor (Bogor Goals, 1994) itu sudah tepat, bahwa memang Asia-Pasifik bisa menjadi apa yang dibilang sebagai mayoritas dari PDB dunia," kata Anindya dalam telekonferensi 'APEC CEO Dialogues 2020', Kamis 19 November 2020.

Anindya menambahkan, selain dari sisi PDB, poros ekonomi di kawasan Asia Pasifik dalam hal perdagangan juga berkontribusi hingga 47 persen, dari volume perdagangan dunia secara global.

Hal itu menurutnya cukup membuktikan bahwa hampir setengah dari kegiatan perdagangan di dunia itu, ada di kawasan Asia Pasifik. Hal itu belum termasuk jumlah populasi penduduk di kawasan Asia Pasifik, yang mencapai 39 persen dari total populasi dunia. Belum lagi, lanjut Anindya, total porsi investasi di kawasan Asia Pasifik jumlahnya telah mencapai 53 persen, dari total jumlah investasi di dunia.

Dengan demikian, baik dari sisi PDB, perdagangan, investasi, maupun secara populasi, poros ekonomi dan sosial di kawasan Asia Pasifik itu kurang lebih adalah sekitar setengah dari porsi dunia. "Ini yang menyebabkan bahwa APEC ini sangat relevan, apalagi dalam keadaan COVID-19 seperti saat ini," ujar Anindya.

Karenanya, apabila dilihat dari penyelenggaraan 'APEC CEO Dialogues 2020' ini, Anindya menilai bahwa semua pihak seharusnya berada dalam posisi berbagi ilmu, di mana Indonesia secara khusus juga telah melakukan structure reforms.

Kemudian, pada era di mana banyak orang mengatakan bahwa saat ini adalah great reset atau reboot ulang, para pemerintah dari negara-negara peserta dan para pelaku usaha di kawasan Asia Pasifik justru bisa saling memanfaatkan peluang yang ada.

"Karena APEC ini memiliki dua inti, di mana satu dari sisi pemerintahnya yang dipimpin oleh kepala pemerintahan seperti Pak Presiden Jokowi sendiri, dan satu lagi pilarnya adalah ABAC, yaitu APEC Business Advisory Council ini," kata Anindya.

"Jadi ini adalah permanent council untuk mendampingi leader-leader di setiap 21 negara dan ekonomi yang berada di kawasan Asia Pasifik ini," ujar Anindya. (ren)