Anindya: Kadin Akan Buat Pusat Data Berbentuk Business Solution Center

Dusep Malik, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Pemberdayaan Daerah Anindya Bakrie akan membangun pusat data berbentuk Pusat Solusi Bisnis.

Ide tersebut muncul saat Kadin pusat menggelar pertemuan serap aspirasi dengan asosiasi-asosiasi yang berada di bawah naungannya di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Rabu, 17 Maret 2021.

"Tadi salah satu ide adalah membuat bisnis solution center di mana menghubungkan antara asosiasi, Kadin Provinsi dan pemerintah," kata dia saat ditemui usai pertemuan.

Kandidat Ketua Umum Kadin 2021-2026 itu menjelaskan, pusat solusi bisnis ini akan mempertemukan seluruh kebutuhan pengusaha di daerah secara nasional untuk menggerakan ekonomi dengan kebijakan pemerintah.

"Itulah fungsi utama Kadin Indonesia untuk memastikan bahwa asosiasi bisa memberikan masukkan sektoral, Kadin Daerah bisa cek lapangan dan implementasi dengan baik dan pemerintah buat kebijakan," tuturnya.

Pusat data bagi para pengusaha nasional di daerah ini menurutnya penting untuk mempercepat pemberian masukkan kepada pemerintah, terutama dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital.

"Bedanya asosiasi dengan Kadin Provinsi, asosiasi ini punya pengetahuan sektoral yang sangat tinggi, akan tetapi kalau kita fasilitasi ini bisa jadi masukkan yang baik untuk pemberdayaan daerah di Kadin Provinsi juga," ucap dia.

Dengan sistem ini, dia berharap fokus Kadin kedepannya untuk mendorong naik kelasnya pengusaha nasional menjadi pengusaha berkelas internasional secara merata bisa direalisasikan dengan cepat.

"Bagaimana pengusahanya dan badan usahanya naik kelas dengan gaya baru di era modern ini ketika kita musti mengubah model bisnis setelah COVID-19, lebih digital lebih berkelanjutan ya," jelas Anindya.

Selain itu, pusat data ini juga makin bisa mempererat kolaborasi antara pengusaha yang telah memiliki bisnis besar dengan pengusaha-pengusaha kecil. Dengan demikian, pemerataan bisa tercipta.

"Bagaimana antara satu perusahaan dengan yang lain kolaborasi, bukan hanya yang besar dan kecil seperti venture capital tapi juga kolaborasi di mana perusahaan besar jadi gerbong untuk memimpin kelas-kelas menengah maupun kecil," tegas dia.