Anis Harap ASEAN Leaders Meeting Hentikan Kekerasan di Myanmar

Agus Rahmat
·Bacaan 1 menit

VIVA – Hari ini, pemimpin negara-negara ASEAN melakukan pertemuan di Jakarta. Hampir seluruh pemimpin sudah hadir. Pembahasannya terkait dengan kondisi di Myanmar, pasca kudeta terhadap kepemimpinan Aung San Suu Kyi.

Pertemuan ini diinisiasi oleh Presiden Joko Widodo, usai melakukan pertemuan dengan Sultan Brunei yang juga Ketua ASEAN Sultan Hassanal Bolkiah.

"Pemimpin ASEAN harus bersikap jelas kepada Pemimpin Junta Militer Myanmar, Min Aung Hlaing untuk Stop Kekerasan dan Stop Penangkapan (Stop Violence and Stop Arrests!) di Myanmar saat ini juga," ujar Ketua Umum DPN Partai Gelora Anis Matta, dalam keterangannya yang diterima VIVA, Sabtu 24 April 2021.

Baca juga: Pimpinan ASEAN Kini Sudah di Indonesia Bahas Kondisi Myanmar

Semestinya kepemimpinan sipil yang sah dan merupakan pilihan rakyat, harus dihormati oleh Junta militer Myanmar. Tindakan yang terjadi di sana saat ini, cukup memperparah situasi di ASEAN terkhususnya di Myanmar.

Menurut Wakil Ketua DPR periode 2009-2014 itu, negara-negara ASEAN harus mendeligitimasi cara-cara yang dilakukan Junta Militer terhadap rakyatnya tersebut.

"Pemimpin ASEAN tidak boleh memberikan legitimasi dimanapun terhadap pelanggaran nilai-nilai demokrasi dan kebebasan dan seharusnya Indonesia berada yang terdepan memperjuangkan nilai-nilai kebebasan, demokrasi di ASEAN dan seluruh dunia," paparnya.

Dia berharap, ASEAN meeting ini bisa melahirkan resolusi yang terbaik terhadap kondisi di Myanmar. Agar tidak ada lagi korban-korban yang berjatuhan. Apalagi saat ini di bulan suci Ramadhan.

"Di Bulan Ramadhan yang suci ini tidak boleh ada tetes darah yang tertumpah dari anak manusia yang memperjuangkan kebebasan asasinya yang diberikan Tuhan," ujarnya.