Anis Usul Pembubaran Negara Israel, Seperti Uni Soviet Dulu

·Bacaan 2 menit

VIVA – Perseteruan antara Israel dengan pejuang Hamas di Palestina di akhir Ramadhan 2021 ini, telah memakan ratusan korban jiwa. Aksi brutal Israel, mendapat kecaman dari banyak negara, hingga komunitas masyarakat internasional termasuk Indonesia.

Perjuangan kemerdekaan Palestina, juga kembali mengemuka. Namun ada juga yang mengusulkan, untuk pembubaran negara Israel. Usul ini, lantaran pembubaran suatu negara bukan hal baru.

"Orang belum punya bayangan pembubaran negara Israel, padahal banyak terjadi seperti Uni Soviet, malahan menemukan solusi baru. Pembubaran negara Israel bisa menjadi jalan keluar," ujar Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Anis Matta, dalam keterangan persnya yang diterima VIVA, Senin 24 Mei 2021.

Baca juga: Ada Puan Maharani, Seberapa Kuat Peluang Ganjar Jadi Capres PDIP?

Selain Uni Soviet yang kini menjadi Rusia, beberapa negara juga pernah bubar. Seperti Yugoslavia yang bubar pada 2003 menjadi negara-negara bagian di daerah Balkan, tenggara Eropa.

Anis yang juga mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menjelaskan, awalnya Israel tidak tercantum dalam peta. Namun karena ada hutang budi peristiwa holocaust (pembantaian yahudi di Eropa), maka disetujuilah Israel sebagai negara.

"Pada 2009 lalu saya pernah ditanya peneliti Amerika Serikat, orang Yahudi. Kalau Israel dibubarkan, ke mana orang Israel, terus keamanan Israel bagaimana, dan apa bisa meredakan konflik," katanya.

Dia menjelaskan, jika Israel dibubarkan maka orang-orang Yahudi itu bisa dikembalikan ke negara asal mereka. Atau juga diintegrasikan dalam satu titik untuk membentuk negara baru, yang telah disepakati melalui PBB dan komunitas internasional.

"Itu bisa jadi solusinya bagi negara dengan jumlah penduduk sekitar 5 juta, itu tidak terlalu besar," katanya.

Wakil Ketua DPR RI periode 2009-2014 itu lebih lanjut menjelaskan, saat ini upaya mengusir warga Palestina ke Daratan Tinggi Golan di Yordania dan Bukit Sinai Mesir, untuk membentuk negara baru, tidak berhasil. Justru memperlebar konflik.

"Saya kira pemimpin global harus meyakinkan dosa-dosa kemanusiaan akibat Perjanjian Sykes Picot. Pembubaran negara Israel bisa menjadi jalan keluar, bukan sebaliknya menghilangkan Palestina dan membuatkan negara baru," jelasnya.