Anjuran dan Pantangan Makanan untuk Pengidap Ambeien

Bola.com, Jakarta - Anjuran dan pantangan makanan untuk pengidap ambeien perlu diperhatikan dengan berhati-hati. Penyebab utama terjadinya ambeien adalah buruknya pola makan.

Jadi, agar kondisi tidak memburuk, kuncinya adalah dengan menjauhi makanan pantangan yang memicu munculnya gejala ambeien, dan mengonsumsi makanan yang dianjurkan.

Makanan yang dianjurkan untuk pengidap ambeien adalah yang mengandung serat. Ada dua jenis serat yang perlu kamu ketahui, yaitu serat larut dan serat tidak larut.

Serat larut dapat menyerap air, sehingga mengurangi sembelit dan iritasi saat buang air. Sedangkan serat tidak larut membantu menjaga sistem pencernaan karena menyeimbangkan zat kimia di usus.

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi, dalam kondisi normal tubuh membutuhkan sekitar 37 sampai 38 gram serat per hari untuk yang berumur 18 tahun hingga 50 tahun. Bila Anda memiliki ambeien, konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan takaran serat yang dibutuhkan per hari sesuai dengan kondisi.

Berikut rangkuman dari berbagai sumber, beberapa pantangan dan anjuran makanan untuk pengidap ambeien

Makanan yang Dianjurkan untuk Penderita Ambeien

Kacang almond. (Istimewa)

Makanan yang dianjurkan untuk pengidap ambeien adalah makanan yang mengandung serat tinggi seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Ada banyak makanan yang mengandung serat tinggi, seperti:

Kacang-kacangan

Kacang-kacangan merupakan salah satu anjuran makanan untuk penderita ambeien. Ada banyak jenis kacang-kacangan bisa dikonsumsi saat ambeien terjadi. Misalnya, kacang almond, kacang polong, kacang hitam, kacang hijau, dan kacang lentil.

Biji-bijian

Selain kacang-kacangan, biji-bijian juga dianjurkan untuk dikonsumsi penderita ambeien. Makanan dari biji-bijian kaya akan serat tidak larut. Kamu dengan mudah menemukan makanan dari biji-bijian pada oat, jagung, roti atau biskuit yang terbuat dari dari tepung gandum.

Sayur dan buah

Makanan ini sangat direkomendasikan untuk kesehatan tubuh, apalagi bila sedang sakit. Beberapa sayuran yang kaya akan flavonoid dan kaya serat biasanya memiliki daun yang berwarna hijau gelap.

Misalnya brokoli, bayam, kubis, dan kangkung. Sementara untuk buah-buahan, Anda dapat mengonsumsi buah anggur, apel, stroberi, pisang, kurma, tomat, atau ceri. Makanan yang mengandung banyak air juga bisa Anda konsumsi, misalnya mentimun, seledri, semangka, dan lain-lain.   

 

 

Pantangan Makanan Pengidap Ambeien

Ada beberapa pantangan makanan untuk pengidap ambeien, terutama makanan yang menyebabkan sembelit, hal ini akan membuat kondisi semakin buruk. Beberapa makanan tersebut sebagai berikut:

Makanan rendah serat

Pantangan makanan bagi penderita ambeien yang pertama adalah makanan rendah serat. Mengganti makanan rendah serat dengan makanan tinggi serat adalah salah satu perawatan dan pencegahan agar ambeien tidak kambuh atau bertambah parah. Contoh makanan yang rendah serat adalah kentang, tepung selain gandum, atau nasi putih.

Makanan berlemak

Lemak memakan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh dibanding nutrisi lainnya. Oleh karena itu, makanan berlemak akan membuat pencernaan bekerja lebih keras dan dapat meningkatkan risiko sakit perut dan memperparah ambeien.

Makanan berlemak menjadi salah satu pantangan bagi pengidap ambeien. Hindari mengonsumsi daging, hati, ayam, ikan, telur atau berbagai makanan yang digoreng dengan minyak atau mentega.

Makanan pedas

Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat ambeien, sebaiknya Anda tidak mengonsumsi makanan pedas, misalnya makanan yang dicampur banyak cabai atau lada. Dilansir dari Live Strong, makanan pedas dapat mengganggu perut dan memperburuk sistem pencernaan.

Selain itu, perhatikan asupan garam yang Anda konsumsi. Ini bisa menyebabkan tekanan lebih pada pembuluh darah, termasuk pembuluh darah vena yang menyebabkan ambeien bila kadar garamnya tinggi.

Mengonsumsi suplemen zat besi juga dapat menyebabkan sembelit. Bila muncul gejala ambeien lainnya dan kondisi tidak membaik, segera periksa kesehatan ke dokter.

Disadur dari: Liputan6 (Penulis Husnul Abdi/Editor Septika Shisqiyya, published: 11/1/2020)