Annemiek van Vleuten rebut emas ITT Olimpiade Tokyo

·Bacaan 2 menit

Setelah gagal meraih emas nomor road race, pebalap sepeda putri Annemiek van Vleuten tampil konsisten dan tidak melakukan kesalahan sehingga sukses merebut medali emas nomor Individual Time Trial (ITT) Olimpiade Tokyo di Fuji International Speedway, Rabu.

Pebalap Belanda yang Minggu pekan lalu mengira sudah memenangkan balapan jalan raya itu tidak menyia-nyiakan kesempatan yang sudah di depan mata dengan dengan membukukan catatan waktu 30 menit 13 untuk menuntaskan jarak tempuh 22,1 km dan berselisih 56 detik lebih cepat di depan peraih medali perak.

Bagi pebalap berusia 38 tahun tersebut, emas yang diraih terasa manis karena diraih dalam Olimpiade terakhirnya. Apalagi sebelumnya harus sakit hati karena emas dari nomor road race hilang karena salah perhitungan.

Mantan juara dunia time trial itu menjadi satu-satunya dari 25 starter yang membukukan waktu satu menit dari 30:13,49 disusul Marlen Reusser dari Swiss yang berhak meraih medali perak.

Rekan setim Van Vleuten yang merupakan juara dunia bertahan, Anna van der Breggen, menyelesaikan balapan dengan medali medali perunggu.

Baca juga: Katie Ledecky tetap ratu renang terhebat sepanjang masa

Van Vleuten yang tertawa bercanda "Saya benar nomor satu" yang finis di sirkuit balap yang indah yang hampir seperti dia katakan Minggu ketika melewati garis finis dan tidak menyadari bahwa pebalap Austria Anna Kiesenhofer telah mengalahkannya lebih dari satu menit.

Kekecewaan besar menimpa pebalap Amerika Serikat Chloe Dygert yang meskipun dianggap favorit hanya bisa finis pada tempat ketujuh atau tertinggal lebih dari dua menit.

Dygert yang pada 2019 menjadi juara dunia road time trial termuda, mengalami kecelakaan mengerikan dlam kejuaraan dunia 2020 di Imola dengan luka robek pada pahanya yang membutuhkan operasi.

Dia tampil jauh di bawah kecepatan biasanya dan tampak tertekan secara fisik pada akhir balapan.

Van Vleuten adalah perempuan Belanda kedua yang menjuarai time trial individu putri Olimpiade setelah Leontien Martha Zijlaard-van Moorsel pada 2000 dan 2004.

Tiga edisi terakhir dimenangkan oleh pebalap Amerika Kristin Armstrong yang kini melatih Dygert, demikian laporan Reuters.

Baca juga: Perenang remaja Korea Selatan pecahkan rekor Asia di Tokyo 2020

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel