Annisa Yudhoyono: Rentan Kekerasan Selama Pandemi, Perempuan Harus Punya Daya Saing

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Srikandi Demokrat Annisa Pohan Yudhoyono mengungkapkan pandemi covid-19 telah membawa dampak tersendiri bagi perempuan. Menurutnya, beban perempuan sebagai manajer rumah tangga menjadi berlipat ganda karena seluruh anggota keluarga ada di rumah dan melakukan kegiatan serempak.

Hal itu disampaikan Annisa saat membuka Webinar Nasional Srikandi Demokrat di Jakarta, Sabtu 25 September 2021 lalu.

"Beban ganda ini berpotensi memicu ketidakharmonisan rumah tangga dan membuat perempuan makin rentan mengalami kekerasan dalam rumah tangga," ujar Annisa dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/9/2021).

Mengutip UN Women survey, Annisa mengungkapkan 82 persen wanita di seluruh dunia mengalami penurunan pendapatan yang signifikan serta kehilangan pekerjaan.

"Karena itu perempuan harus memiliki daya saing baik secara individual maupun komunal," ujar Annisa.

"Daya saing adalah bagaimana meningkatkan nilai diri kita, mengembangkan keunggulan diri dalam usaha apapun yang kita lakukan," imbuh dia.

Dengan topik 'Perempuan Tangguh di Masa Pandemi: Meningkatkan Daya Saing dan Daya Tahan Perempuan', webinar ini diikuti dua ribu peserta dari berbagai tempat di Indonesia.

Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani mengungkapkan selama masa pandemi, perempuan dibayang-bayangi risiko kesehatan yang lebih tinggi, baik mental maupun fisik. Tapi Andy optimistis perempuan selalu mampu dan keluar dari situasi-situasi yang paling pelik tersebut.

"Kita lihat pada masa-masa konflik dan kerusuhan. Perempuan itu seperti legenda burung Phoenix, selalu bisa hidup dari wreckage, bangkit dari abu kerusakan," papar Andy.x

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

Cara Perempuan Bisa Jadi Tangguh

Psikolog keluarga dan praktisi konseling kesehatan mental Ita D Azly mengungkapkan cara agar perempuan bisa menjadi tangguh. Dia mengatakan perempuan harus membangun kesadaran diri (awareness), sebagai dasar untuk mengembangkan diri. "Kita perlu membangun kompetensi diri dan kemudian kompetensi sosial."

Di sisi lain, praktisi teknologi dan green economy Thilma Komaling mengingatkan semangat dan daya juang saja belum cukup. Tetapi perempuan harus mampu memanfaatkan teknologi.

"Menghadapi era digital, perempuan harus bisa: Bertahan, Berubah dan Belajar," kata Thilma.

Senada dengan itu, CEO startup @kamiidea Istafiana Candarini berbagi resep bagi para perempuan. "Set goals dengan jelas, find your passion, kira-kira kita bisa melakukan apa, supaya kita bisa mencapai target dan tetap happy," pesan Istafiana.

Webinar Nasional ini dihadiri juga Ketua Persaudaraan Istri Anggota (PIA) Fraksi Partai Demokrat DPR RI Aliya Rajasa Yudhoyono, anggota F-PD DPR RI Hj. Meilani Suharli dan ketua panitia Dr. Susilawati.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel