ANRI kemukakan langkah penyelamatan arsip saat terjadi bencana

Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) mengemukakan sejumlah langkah yang perlu menjadi perhatian masyarakat dalam rangka penyelamatan dan perlindungan arsip ketika terjadi bencana.

"Terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan masyarakat guna penyelamatan arsip ketika terjadi bencana, terutama bencana banjir," kata Kepala ANRI Imam Gunarto kepada ANTARA usai acara Bandung-Belgrade-Havana in Global History and Perspective di Gedung ANRI, Jakarta, Senin.

Pertama, kata Imam, warga terdampak bencana perlu mengevakuasi arsip ke tempat aman, lalu membersihkan arsip dari lumpur dan kotoran menggunakan air bersih.

Baca juga: ANRI siapkan layanan perbaikan arsip bagi korban bencana

Selain itu, warga terdampak bencana bisa menyemprotkan larutan alkohol atau etanol 70 persen ke seluruh permukaan arsip secara merata.

"Kemudian, mengurai lembaran arsip secara hati-hati dan mengeringkan arsip menggunakan kipas angin dalam ruangan yang tidak terkena sinar matahari secara langsung," katanya.

Sebagai upaya mitigasi agar arsip tidak mengalami kerusakan, kata dia, masyarakat bisa menyimpan arsip dalam satu tempat khusus. "Bisa diatur arsip orang tua, arsip anak, arsip kekayaan atau aset dan lain-lain, lalu dikumpulkan," katanya.

Setelah itu, kata dia, masyarakat bisa membuat salinan arsip, baik dalam bentuk kertas atau dalam bentuk digital.

Salinan tersebut, kata dia, bisa disimpan di tempat lain yang aman untuk berjaga-jaga jika arsip asli mengalami kerusakan akibat bencana.

"Kendati demikian, jika langkah mitigasi telah dilakukan, namun terjadi kerusakan arsip karena bencana, dan warga terdampak bencana ingin memperbaikinya, bisa datang ke ANRI," katanya.

Baca juga: Arsip Nasional dukung pemda di Maluku implementasikan E-Arsip

Baca juga: Arsip Nasional minta Dispursip modernkan pengelolaan arsip di Medan

Dia menjelaskan bahwa ANRI menyiapkan layanan perbaikan atau restorasi arsip bagi korban bencana.

Kepala ANRI menjelaskan bahwa layanan perbaikan atau restorasi arsip tersebut diberikan secara gratis atau tanpa biaya. "Masyarakat yang menjadi korban bencana silahkan datang ke ANRI, nanti dilakukan pengecekan kondisi arsipnya, apakah masih bisa diperbaiki atau tidak," katanya.

Jika kondisi arsip masih bisa diperbaiki, kata dia, petugas ANRI akan membantu melakukan perbaikan atau restorasi.