Antam Siap Perluas Basis Cadangan dan Sumber Daya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pada kuartal I 2021, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau disebut Antam meraup penjualan Rp 9,21 triliun. Penjualan tersebut tumbuh 77,03 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 5,20 triliun.

Antam mencetak laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 630,37 miliar pada 31 Maret 2021 dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 281,83 miliar.

Melihat pertumbuhan yang terjadi, Antam optimistis mampu mempertahankan kinerja perseroan sepanjang kuartal II 2021. Hal ini diungkapkan SVP Corporate Secretary Antam, Yulan Kustiyan.

"Antam optimis akan mencatatkan kinerja yang positif pada 2021, berkaca dari pencapaian positif di kuartal 1 2021. Komitmen Perusahaan untuk selalu menerapkan penerapan protokol kesehatan yang tepat dan konsisten di area kerja tambang, pabrik pengolahan, dan perkantoran dalam menjaga kesehatan para pekerja di tengah pandemi Covid-19," ujarnya kepada Liputan6.com, ditulis Minggu (9/5/2021).

Perseroan juga terus melakukan upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk, optimalisasi tingkat produksi, penjualan, dan implementasi pengelolaan biaya yang tepat dan efisien, sehingga mampu memberikan kontribusi yang mendukung pertumbuhan kinerja positif Perusahaan.

"Di tahun 2021 ini, Antam akan terus berfokus pada ekspansi pengolahan mineral bersifat hilir termasuk, melakukan perluasan basis cadangan dan sumber daya, menjalin kemitraan untuk mengembangkan produksi mineral olahan baru dari cadangan yang ada," tuturnya.

Antam juga akan menurunkan lebih lanjut cash cost dan meningkatkan daya saing biaya, serta peningkatan kinerja bisnis inti untuk meningkatkan pendapatan Perusahaan.

Strategi 2021

Pekerja menunjukkan emas di Cikini Gold Center, Jakarta, Selasa (28/7/2020). Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) pada 28 Juli 2020 menembus Rp1 juta/gram yang merupakan posisi tertinggi sepanjang masa emas Antam diperjualbelikan. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pekerja menunjukkan emas di Cikini Gold Center, Jakarta, Selasa (28/7/2020). Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) pada 28 Juli 2020 menembus Rp1 juta/gram yang merupakan posisi tertinggi sepanjang masa emas Antam diperjualbelikan. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan kinerja positif sepanjang kuartal I 2021. Hal ini terlihat dari pertumbuhan pendapatan dan kenaikan laba bersih selama tiga bulan pertama 2021.

Melihat hal ini, SVP Corporate Secretary PT Aneka Tambang Tbk Yulan Kustiyan menyebut, pihaknya telah menyiapkan strategi khusus sepanjang 2021.

"Pada tahun 2021, Antam berfokus dalam pengembangan basis pelanggan logam mulia di pasar dalam negeri. Hal tersebut seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berinvestasi emas serta pertumbuhan permintaan emas di pasar domestik," ujar dia kepada Liputan6.com, Sabtu, 8 Mei 2021.

Yulan menambahkan, kinerja penjualan emas Antam pada kuartal I 2021 mencapai 7.411 kg (238.269 troy oz), meningkat 45 persen dari capaian periode yang sama pada 2020. Sementara itu pada kuartal I 2021, PT Aneka Tambang Tbk mencatatkan total volume produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung sebesar 289 kg (9.292 troy oz).

"Antam terus melakukan inovasi penjualan produk emas logam mulia dengan mengedepankan mekanisme transaksi penjualan dan buyback emas secara online," ujarnya.

Tak hanya itu, perseroan juga akan memanfaatkan jaringan Butik Emas logam mulia yang tersebar di 11 kota di Indonesia dan kegiatan pameran di beberapa lokasi.

"Antam selalu menjalankan kegiatan operasi dan penjualan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini tentu untuk mencegah penularan virus Covid-19," tuturnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini