Antam Target Produksi Bauksit 2 Juta Ton di Kalbar, 50 Persen Diekspor ke China

Merdeka.com - Merdeka.com - Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Bauksit PT Aneka Tambang (Antam) Kalimantan Barat tahun ini menargetkan produksi antara 1,8 juta ton wmt hingga 2 juta ton wmt. Tambang bauksit tersebut berasal dari 488 hektare lahan tambang yang berlokasi di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

"Target kita tahun ini produksi 1,8 juta ton sampai 2 juta ton," kata General Manager ANTAM UBP Bauksit Kalimantan Barat, Anas Safriatna saat ditemui di UBP Bauksit, Tayan Hilir, Toba, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis (22/9).

Anas menjelaskan, hasil produksi tersebut ada yang diekspor ke pasar Asia dan pasar domestik. Setengah dari hasil produksi bauksit mentah ini di jual ke China.

Kemudian 25 persen dijual ke salah satu anak usaha Antam yakni PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) untuk diolah menjadi barang setengah jadi. Sisanya dijual kembali ke dua smelter yang ada di dalam negeri. "Hasil tambang kita sebagian ada yang diolah di PT ICA untuk diolah sebagai alumina," kata dia.

Harga bauksit yang telah diolah menjadi barang setengah jadi ini harganya bisa mencapai USD 500 per ton. Sedangkan bauksit mentah dijual dengan harga USD 30 sampai USD 35 per ton.

"Jadi memang ada lompatan nilai ekonomi setelah bauksit ini diolah dulu," kata Anas.

Mengenai PT ICA

Sebagai informasi, PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) sebagai umpan untuk Pabrik Chemical Grade Alumina (CGA). Bijih bauksit yang dikelola ICA kemudian menjadi produk alumina yang dijual ke pasar ekspor.

Saat ini ICA juga akan terus mengoptimalkan produksi sebagai bagian komitmen hilirisasi. Produk CGA merupakan bahan baku untuk beragam aplikasi industri manufaktur seperti refractory, bahan kimia dan keramik.

Anas menambahkan, total lahan tambang bauksit Antam sebenarnya mencapi 34 ribu hektare. Hanya saja yang baru dimanfaatkan sebesar 488 hektare.

Belum optimalnya penambangan tersebut tidak terlepas dari permintaan pasar yang belum maksimal. Alhasil produksi yang ditambang pun dijaga agar produknya tidak berlebih (over suplay) yang bisa membuat harga bauksit lebih murah dari yang ada saat ini.

"Jadi kalau kita produksi lebih dari 2 juta per tahun tapi tidak ada pasarnya, ini kan tidak bisa juga karena marketnya itu-itu saja," kata dia.

Sebagai informasi, posisi sumber daya dan cadangan bauksit ANTAM per tanggal 31 Desember 2021 tercatat sebesar 107,29 juta wmt, tumbuh 1,26 persen dari cadangan tahun 2020 sebesar 105,95 juta wmt. Sementara itu, jumlah sumber daya bauksit konsolidasian ANTAM pada tahun 2021 tercatat sebesar 587,45 juta wmt, tumbuh dari sumberdaya tahun 2020 sebesar 585,83 juta wmt. [idr]