Antam tetapkan harga emas Rp969.000 per gram

PT Aneka Tambang Tbk atau Antam menetapkan harga dasar emas batangan senilai Rp969.000 per gram dalam perdagangan Senin ini.

Berdasarkan situs Logam Mulia di Jakarta, Senin, disebutkan harga emas Antam tersebut tidak mengalami perubahan dalam lima hari terakhir. Sementara itu, harga emas Antam tercatat telah mengalami penurunan sebesar Rp20.000 per gram atau 2,02 persen dalam sepekan terakhir dan turun Rp26.000 per gram atau 2,61 persen dalam sebulan terakhir.

Antam menetapkan harga pembelian kembali atau buyback emas oleh Logam Mulia sebesar Rp840.000 per gram. Harga buyback ini tidak mengalami perubahan dalam lima hari terakhir, sehingga selisih harga emas dengan harga buyback hari ini mencapai Rp129.000 per gram.

Harga tersebut berdasarkan produk satu gram Butik Emas Logam Mulia di Gedung Graha Dipta, Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Berikut daftar lengkap harga emas Antam dari mulai pecahan 0,5 gram hingga satu kilogram:

- Harga emas 0,5 gram: Rp534.500
- Harga emas 1 gram: Rp969.000
- Harga emas 2 gram: Rp1.878.000
- Harga emas 3 gram: Rp2.792.000
- Harga emas 5 gram: Rp4.620.000
- Harga emas 10 gram: Rp9.185.000
- Harga emas 25 gram: Rp22.837.000
- Harga emas 50 gram: Rp45.595.000
- Harga emas 100 gram : Rp91.112.000
- Harga emas 250 gram: Rp227.515.000
- Harga emas 500 gram: Rp454.820.000
- Harga emas 1.000 gram: Rp909.600.00

Antam menyatakan setiap produk emas batangan Logam Mulia telah mendapatkan sertifikat London Bullion Market Associatio (LBMA) guna menjamin kualitas dan kemurnian produk emas yang dijual oleh perseroan. Melalui sertifikat itu, emas batangan Logam Mulia diakui secara global dengan harga buyback mengikuti pergerakan harga emas dunia.

Baca juga: Harga emas Antam naik Rp2.000 ke level Rp994.000 per gram
Baca juga: Emas Antam kembali bertengger pada angka Rp999.000 per gram

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel