Antar Barang Lelang, Kemenkeu Bakal Gandeng Perusahaan Ekspedisi

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan berencana menggandeng perusahaan jasa ekspedisi untuk pengiriman barang lelang. Upaya ini menjadi salah satu trobosan baru DJKN, terlebih selama ini lelang barang milik pemerintah belum termasuk dengan pengiriman barang.

"Ide kami di 2021 kami sudah akan kerja sama dengan teman-teman perusahan ekspedisi," kata dia dalam Bincang DJKN, Jumat (8/1).

Sementara terkait dengan perusahaan ekspedisi mana yang akan dilakukan kerjasama, dirinya enggan menyebutkan. Dia hanya bilang, akan terealisasi pada tahun ini.

"Gak usah saya sebutkan tapi insya Allah (segera)," imbuh dia.

Sebelumnya, Dirktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan mencatat realisasi lelang mencapai Rp26,19 triliun sepanjang 2020. Realisasi ini menurun dari capaian lelang tahun 2019 lalu yang telah mencapai Rp27,0 triliun.

Direktur Lelang, Joko Prihanto mengklaim capaian lelang pada tahun ini cukup bagus di tengah kondisi pandemi Covid-19. Bahkan capaian ini juga diluar dari perkiraan pemerintah.

"Sampai akhir 2020 ini lelang bisa bertransaksi kurang lebih Rp26,1 triliun. Realisasi lelang cukup bagus diluar prediksi kami," kata dia dalam bincang DJKN, Jumat (8/1).

Adapun realisasi tersebut terdiri dari pokok lelang swasta yakmi pejabat lelang kelas II mencapai Rp13,48 triliun dan melalui balai lelang mencapai Rp12,80 triliun.

Dia mengaku awalnya sempat khawatir dan minder ketika capaian lelang pada pertengahan tahun lalu baru mencapai Rp3 triliun. Namun di luar perkiraan pada sisa bulan selanjutnya realisasi lelang tembus mencapai Rp26,19 triliun.

"Untuk leleng di masa pandemi ini di 2020 bulan Juni saya minder juga karena baru Rp3 triliun, karena ada wabah covid tidak ada aktivitas. Prinsip lelang berkumpul mengundang orang terjadi jual beli dengan penawaran di situ," jelas dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Siapa Minat, Kemenkeu akan Buka Lowongan 159 Pejabat Lelang

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu melelang sejumlah barang milik pejabat di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat pada Rabu (28/2/2018). (Fiki/Liputan6.com)
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu melelang sejumlah barang milik pejabat di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat pada Rabu (28/2/2018). (Fiki/Liputan6.com)

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) (Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana akan merekrut 159 pejabat lelang kelas II milenial di tahun 2021, sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja lelang swasta di tahun ini.

“Rencana di tahun 2021, bagaimana cara meningkatkan kinerja lelang swasta kita akan membuka peluang untuk merekrut pejabat lelang kelas II, karena pejabat lelang kelas II yang ada saat ini kurang memadai jumlahnya seluruh Indonesia itu baru ada 150 pejabat lelang kelas II,” kata Direktur Lelang Joko Prihanto, dalam bincang bersama DJKN, Jumat (8/1/2021).

Sedangkan kata Joko jumlah balai lelang di seluruh Indonesia ada 100 balai lelang, dan ada kurang lebih 48 cabang di seluruh Indonesia ini yang menjadi ujung tombak lelang swasta. Oleh karena itu di tahun 2021 pihaknya akan merekrut pejabat lelang kelas II kurang lebih 159 pejabat lelang.

“Nanti kita akan rekrut milenial-milenial yang kita harapkan dengan merekrut pejabat lelang kelas II yang nanti inovasinya lebih banyak lebih lincah dan lebih bisa berkontribusi meramaikan jual beli lelang swasta,” ujarnya.

Lantaran DJKN di tahun 2021 ini menargetkan transaksi lelang swasta bisa lebih dari Rp 14 triliun. Dari sebelumnya pada tahun 2021 capaian transaksi lelang swasta mencapai Rp 13,4 triliun. Adapun jenis objek lelang swasta tahun 2020 meliputi kendaraan roda 4 nilanya Rp 10.74 triliun.

Lalu kendaraan roda 2 capaian transaksinya sebesar Rp 2,55 triliun, inventaris dan peralatan rumah tangga Rp 13,73 miliar, tanah atau bangunan Rp 10,27 miliar, benda seni atau lukisan Rp 7,19 miliar, serta lainnya Rp 49,73 miliar, sehingga totalnya mencapai Rp 13,4 triliun.

“Untuk tahun 2021 akan pastilah targetnya diatas Rp 13,4 triliun tadi kalau nggak salah kita sudah formulasikan diatas Rp 13 triliun atau diatas Rp 14 triliun kurang lebih lah,” katanya.

Menurutnya target yang hendak dicapai itu tidak bisa serta merta dapat diperoleh begitu saja, melainkan DJKN akan terus mendorong kinerja pejabat lelang kelas II dan balai lelang untuk melakukan inovasi.

“Kami dari direktorat jenderal kekayaan negara masalah regulasi kami permudahlah, misalkan izin lelang pejabat kelas II kita permudah, dan kita kerjasama dengan sekretaris jenderal kementerian keuangan untuk melakukan pembinaannya,” ujarnya.

Demikian pula DJKN juga akan mempermudah regulasi untuk balai lelang dan yang paling penting untuk menunjang kinerja pejabat lelang kelas II di tahun 2021, pihaknya akan menambah fitur dalam lelang.go.id.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: