Anti Repot, Ultra Voucher Tawarkan Platform Satu Voucher untuk Semua

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Penggunaan voucher menjadi salah satu gaya hidup konsumen di Indonesia yang gemar menggunakan promosi dan diskon.

Banyaknya merek dagang yang mengeluarkan voucher dengan beragam penawaran menarik membuat konsumen seringkali kewalahan karena harus menyimpan lebih dari 1 jenis voucher, yang tentunya merepotkan dan tidak praktis.

Ultra Voucher memperkenalkan inovasi platform voucher digital yang memudahkan pengguna dalam meredeem voucher atau gift card-nya. Pengguna hanya perlu 1 voucher saja dan bisa menikmati berbagai keuntungan dari beragam merchant.

"Jadi platform kita adalah satu platform dimana orang bisa mencari berbagai voucher, atau one platform, one voucher for all," jelas Chief Operating Officer & Co-Founder PT Trimegah Karya Pratama, produsen Ultra Voucher, Riky Boy Permata saat melakukan kunjungan virtual ke kantor Liputan6.com, Kamis (10/6/2021).

Selain praktis, Ultra Voucher juga aman karena diaktivasi menggunakan PIN. Lalu, masa tenggang atau kadaluarsa voucher juga fleksibel dan dapat diperpanjang.

Untuk perusahaan, Ultra Voucher memiliki sistem database yang dapat membantu perusahaan menganalisa data pengguna untuk pengambilan keputusan bisnis. Lalu, perusahaan juga dapat melakukan rebranding produk sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Saat ini kami memiliki 200 merchant dan 38000 toko mulai dari makanan, minuman, fashion, kesehatan, hiburan hingga investasi sehingga jangkauan kami sangat luas," jelas Riky.

Gandeng UMKM

Dengan pertumbuhan bisnis yang semakin meningkat bahkan di tengah pandemi, Ultra Voucher juga berencana akan memperluas sektor kerja sama dan menggandeng UMKM.

"Kita sebenarnya sudah mulai 1 tahun lalu namun memang jumlahnya belum banyak. Ke depan kita akan terus intensifkan kerja sama dengan UMKM ini," katanya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel