Antisipasi Dampak Kelelahan Pascaarmuzna, Jemaah Haji Diimbau Sesuaikan Aktivitas

Merdeka.com - Merdeka.com - Jemaah haji Indonesia yang masih berada di Makkah diminta menyesuaikan kondisi tubuh dengan aktivitas yang dilakukan. Apalagi, bagi jemaah yang masih merasakan kelelahan setelah fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, dr Budi Sylvana, mengatakan tubuh jemaah yang lelah bisa menyebabkan jatuh sakit. Itu sebabnya, jemaah diminta benar-benar memperhatikan kondisi tubuhnya. Jika lelah, beristirahatlah.

"Ini masih lanjutan jemaah yang mengalami kelelahan pascaArmuzna. Kuncinya adalah kita harus menjaga jemaah agar jangan terlalu kelelahan. Aktivitasnya harus disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing jemaah," jelas Budi di Jeddah, Jumat (15/7).

Budi berharap beberapa saat ke depan, kesehatan jemaah semakin pulih. Apalagi jemaah yang masih harus melanjutkan perjalanan ke Madinah. Kondisi tubuh fit sangat dibutuhkan.

"Insya Allah kesehatan jemaah akan membaik dalam beberapa hari ke depan," harapnya.

Data Siskohat menunjukkan, angka wafat jemaah sampai Jumat (15/7) sore mencapai 52 orang. Dia meminta jemaah banyak beristirahat.

"Kami imbau jemaah untuk memperbanyak istirahat dan menyesuaikan aktivitasnya dengan kondisi fisiknya. Semoga ke depan jemaah akan semakin sehat, Aamiin,” harapnya.

Mengacu data Siskohat, mayoritas jemaah wafat disebabkan oleh Cardiovascular Diseases. Dari 52 jemaah yang wafat, tercatat ada 31 jemaah yang wafat karena penyakit jantung. Di urutan berikutnya ada Respiratory Diseases sebanyak enam orang dan Neoplasms empat orang. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel