Antisipasi hujan abu Merapi, 73 stupa Borobudur diberi 'baju'

MERDEKA.COM,

Sebanyak 73 stupa termasuk stupa induk yang berada di Candi Borobudur Magelang, Jawa Tengah (Jateng) ditutup dengan kain khusus atau biasa disebut dengan tarpaulin. Penutupan yang dilakukan sejak Kamis (10/1) hingga Senin (14/1) untuk mengantisipasi  hujan abu Gunung Merapi.

Langkah ini menunjukan bahwa betapa pentingnya pemeliharaan Candi Borobudur dari proses 'korosi' atau rusaknya batu candi akibat kandungan asam abu vulkanik Merapi yang sangat tinggi dan menempel dibatu candi.
 
"Alat (penutup candi) yang kita pesan dari Jepang kan sudah datang, makanya sekarang langsung kita uji coba," ujar Kepala Balai Konservasi Peninggalan Candi Borobudur, Marsis Sutopo saat dikonfirmasi merdeka.com Jum'at (11/1).

Marsis menjelaskan pemasangan kain trapaulin ini masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Hingga seluruh stupa di puncak candi tertutup. Sejauh ini pemasangan baru selesai pada satu stupa induk, dan 16 stupa teras.

"Besok akan kita lanjutkan untuk pemasangan 24 stupa deret kedua dan 32 stupa deret ke tiga," katanya.

Stupa-stupa di Candi Borobudur itu akan dibiarkan tertutup hingga Senin (14/1) depan. "Supaya memberikan edukasi juga kepada wisatawan. Ini lho Borobudur sudah siap jika ada erupsi," tuturnya.

Pemesanan dan proses pembuatan kain tarpaulin sendiri dilakukan oleh ahli dari Jepang. Dana yang dikeluarkan Balai Konservasi Taman Wisata Candi Borobudur untuk membuatan kain ini bersumber dari dana perubahan ABPN 2012 lalu senilai Rp 200 juta.

"Kain terbesar adalah kain yang menutup puncak induk candi. Diameternya mencapai 9,90 m dan tinggi lebih dari 7 meter," ungkapnya.

Kepala Balai Layanan Konservasi Candi Borobudur Iskandar Mulia Siregar memaparkan, pemasangan penutup kain itu nantinya hanya dilakukan saat keadaan benar-benar darurat.

Jika belum ada laporan dari Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Vuklanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BVMBG) maka penutup stupa tak dikeluarkan.

Candi Borobudur sempat ditutup selama beberapa lama bagi wisatawan setelah diguyur sekitar 20 ribu meter kubik lebih abu Merapi saat erupsi hebat pada 2010.

"Pembersihan saat itu dilakukan cukup lama karena sulitnya menjagkau sejumlah sisa abu yang berada diselipan rongga batuan dan fondasi candi yang dibangun pada masa wangsa Syailendra di tahun 800 Masehi itu," ucapnya.

Koordinator Kelompok Kerja Pemeliharaan Taman Wisata Candi Borobudur, Nahar Cahyandaru sebelumnya pernah menjelaskan pembersihan sisa abu saat itu sulit karena harus menjangkau lorong-lorong air dari lantai bawah candi dengan cara mengangkat batu-batu candi. Pasalnya, sempat terjadi pendangkalan drainase akibat abu yang terlalu menumpuk.

"Selain menyiapkan sarana fasilitas penutup stupa, anggaran yang ada digunakan untuk menyelesaikan perbaikan dinding candi yang bocor serta pembenahan halaman dan lereng Zona I Candi Borobudur dan penyempurnaan studio restorasi candi," pungkasnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.