Antisipasi Macet Mudik Lebaran 2022, Tol Bisa Gratis Jika Antrean Capai 1 Km

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengungkapkan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi macet mudik Lebaran 2022. Pertama, menggratiskan biaya jalan tol jika terjadi kemacetan lebih dari 1 kilometer.

"Sebenarnya sudah ditetapkan tidak ada diskon, cuman ada satu diskresi apabila antrean mobil lebih dari 1 kilometer, tidak bayar malah. Bablas," bebernya dalam program Blak-blakan detikcom, dikutip Rabu (20/4).

Menurutnya, aturan tersebut sebagai bentuk pekerjaan rumah bagi pengelola jalan tol agar bekerja lebih keras guna mengantisipasi kemacetan yang terjadi. Sehingga, skema gratis pembayaran tarif tol bisa dihindari.

"Jadi, kita bisa memberikan suatu home work untuk pengelola tol supaya enggak macet. Karena begitu macet gratis," terangnya.

Kedua, pemerintah mengimbau pemudik untuk melakukan perjalanan lebih awal untuk menghindari kepadatan di hari puncak mudik. Puncak mudik sendiri diprediksi jatuh pada tanggal 28 sampai 29 April 2022 mendatang.

"Jadi, lakukanlah perjalanan lebih awal sekitar tanggal 25-27 April 2022," ucapnya.

Selanjutnya, petugas di lapangan menyiapkan skema one way dan ganjil genap untuk mengurai kemacetan. Mengingat, animo masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik di tahun ini cukup tinggi.

"Untuk tanggal pelaksanaan ganjil genapnya akan disampaikan Korlantas dalam waktu dekat ini," katanya.

Keempat, melarang operasional truk barang di jalur mudik Lebaran yang telah ditentukan baik tol maupun non-tol mulai tanggal 28 April Sampai 1 Mei 2022. Aturan ini untuk memastikan kelancaran arus mudik.

"Tapi, untuk Lebaran boleh. Dan nanti saat arus balik juga ada pengaturan (truk barang)," ungkapnya.

Pemudik Lebaran 2022 Diproyeksi Capai 85 Juta

2022 diproyeksi capai 85 juta
2022 diproyeksi capai 85 juta.jpg

Kemudian, pemerintah akan menambah jumlah toilet portable di sejumlah rest area. Mengingat, kebutuhan pemudik untuk melakukan aktivitas terkait cukup tinggi. "Untuk rest area besar mungkin ada 100 penambahan toilet portable," rincinya.

Selanjutnya, pemerintah juga telah meminta pelaku usaha kuliner di rest area untuk menyiapkan makanan dalam bentuk kemasan paket. Selain itu, harga makanan atau barang pun diminta untuk dibulatkan saat arus mudik berlangsung.

"Ini untuk menghemat waktu melakukan kembalian (uang). Jadi, kita rapat sampai sedetail itu," tuturnya.

Pemerintah sendiri memproyeksikan, jumlah pemudik pada Lebaran Idulfitri 2022 mencapai 85 juta orang. Di mana 47 persen di antaranya akan menggunakan jalur darat baik kendaraan pribadi (mobil dan sepeda motor) maupun bus.

Menhub Budi mencatat, angka tersebut meningkat 45 persen dibandingkan jumlah pemudik 2019 lalu. Diketahui, jumlah pemudik di 2019 mencapai 50 juta orang.

"Jumlah 85,5 juta ini berdasarkan hasi survei Balitbang Kemenhub beberapa bulan lalu. Sudah final," tegas Menhub Budi. [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel