Antisipasi Penolakan Warga, Pemda Garut Sediakan Lahan Baru Permakaman Pasien Covid-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Garut - Untuk mengantisipasi terjadinya penolakan warga, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Garut, Jawa Barat telah menyediakan lahan baru permakaman pasien Covid-19. Lokasi permakaman itu berada di Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut.

Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, seiring meningkatnya penyebaran Covid-19, Pemda Garut telah menyediakan lahan baru permakaman, yang diperuntukan bagi pasien Covid-19 dan masyarakat umum.

"Jika di tempat tinggalnya ditolak masyarakat bisa di sana, lahan itu juga bisa digunakan bagi jenazah tanpa identitas, selain tentunya untuk warga setempat," ujarnya, Kamis (1/7/2021).

Menurutnya, peningkatan pasien Covid-19 di Kabupaten Garut cukup mengkhawatirkan. Namun seiring Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat yang dilakukan pemerintah, kondisi itu segera berlalu.

"Ya mudah-mudahan saja lahan tersebut tidak terpakai lagi untuk jenazah Covid," kata dia.

Kepala Desa Haurpanggung Rohmat Roswandi mengatakan, lahan permakaman pasien Covid-19 tersebut berada di Kampung Mekarjaya, RW 16, di area seluas 120 tumbak atau sekitar 1.680 meter persegi.

Area tersebut digunakan sekitar tiga bulan lalu oleh 17 pasien Covid-19. Namun, area permakaman itu juga mulai digunakan warga sekitar.

"Alhamdulillah aman aman saja. Tidak ada warga atau masyarakat yang menolak pemakaman jenazah Covid di sana, semuanya kondusif," kata dia.

Data terbaru satgas pencegahan Covid-19 Kabupaten Garut mencatat, total kasus positif mencapai 18.730 kasus. Dari jumlah itu, sekitar 4.670 kasus isolasi mandiri, 624 kasus isolasi RS/perawatan, 12.627 Kasus sembuh dan 809 Kasus meninggal dunia.

Simak video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel