Antisipasi Penyebaran COVID-19, Desa di Bogor Wajibkan Warga Isolasi

·Bacaan 1 menit

VIVA – Banyak warga desa yang terpapar COVID-19 lantaran harus mencari nafkah dengan bekerja di lokasi industri. Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona tersebut warga yang bekerja di luar desa diwajibkan isolasi mandiri di rumah.

“Kami mewajibkan warga yang bekerja di luar Desa atau ke Kota untuk isolasi, kami fasilitasi, termasuk kebutuhannya selama isolasi. Banyak warga yang terpapar kerna mayoritas bekerja di industri,” kata Wahyu Rahayu, Kepala Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Wahyu mengatakan, meski desanya berada cukup jauh dari kota, virus corona terdeteksi sudah masuk. Sebanyak 15 orang warga positif COVID-19 dengan gejala ringan dan sedang. Untuk mengantisipasi penyebaran, warga menerapkan protokol kesehatan yang ketat di setiap fasilitas umum seperti masjid, posyandu, dan kantor pelayanan pemerintahan desa.

Aparat desa juga menyemprotkan cairan disinfektan sebanyak 500 liter di 14 rukun tetangga, terutama di permukiman yang dilaporkan ada warga terpapar COVID-19.

Sekertaris Desa Acep Hidayatna Salta mengatakan, kegiatan antisipasi penyebaran COVID-19 juga difokuskan melalui gerakan sosialisasi door to door alias dari rumah ke rumah.

Selain menyosialisasikan imbauan, Satgas membagikan lagi alat pelindung diri (ADP) seperti 2.000 masker dan hand sanitizer di lokasi sentra umum yang sering didatangi warga seperti warung dan toko.

Satgas COVID-19 Desa Ciadeg mengajak masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan 5M: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas dan interaksi.

#pakaimasker
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitanganpakaisabun
#ingatpesanibu
#satgascovid19

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel