Antisipasi PMK, Hewan Kurban Masuk Kota Tangerang Selambatnya H-15 Iduladha

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang membuat sejumlah langkah untuk mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak menjelang Hari Raya Iduladha. Salah satunya dengan membatasi waktu hewan kurban yang masuk ke kota itu.

"Harapan saya, hewan kurban bisa masuk sekarang-sekarang ini, jadi walaupun terindikasi PMK bisa langsung kami karantina dan diobati. Penyembuhannya sekitar 10 sampai 12 hari. Kami juga tetap meminta surat keterangan sehat dari dokter kota asal hewan tersebut," kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, Rabu (8/6)

Arief memastikan H-14 pelaksanaan Lebaran Haji atau Iduladha, tidak ada lagi hewan ternak yang masuk ke wilayah Kota Tangerang. Artinya, hewan kurban selambatnya tiba di daerah itu pada H-15 Iduladha atau pada 24 Juni 2022.

Buka Layanan Call Center

Sementara tim penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) Kota Tangerang terus berkeliling memantau peternakan lokal yang ada di masyarakat. Mereka bekerja sama dengan sejumlah dokter hewan yang ada di Kota Tangerang untuk memastikan kesehatan hewan ternak di kota itu.

Demi memudahkan pelayanan kesehatan hewan, Pemkot Tangerang juga membuka layanan call center jika peternak mendapati hewan ternaknya sakit.

"Kita sudah memiliki call center, masyarakat jangan sungkan untuk menghubungi kami ke 112 apabila ada ternaknya yang sakit, tim kesehatan untuk ternak atau hewan dari Dinas Ketahanan Pangan insyaallah sudah siap," imbaunya.

Kejaksaan Awasi Kelangkaan Obat

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Tangerang Selatan Yepi Suherman menegaskan beberapa hewan ternak dari daerah yang sempat dinyatakan suspek PMK telah sembuh dan sehat setelah menjalani isolasi. Hewan itu diberi pengobatan tradisional dan vitamin.

"Pendataan kita, sudah ada sejak bulan Mei indikasi hewan terkena PMK. Ketika kita kontak ke Balai Besar Veteriner Subang dan UPTD pelayanan veteriner Banten, cek lokasi, ambil sampel, uji PCR dan juga elisa, hasilnya pernah positif dari asalnya. Dia punya kekebalan tubuh," terangnya.

Sebelumnya ucap Yepi, pihaknya juga mendapati 6 sapi suspek PMK di peternakan kawasan Ciputat pada 19 Mei 2022 lalu. Saat ini seluruh sapi itu dinyatakan telah sehat.

"Terakhir di Serpong, lima sapi yang terindikasi terkena PMK. Tapi masih dalam pemantauan sambil diobati selama 10 hari ke depan," terangnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Leonard Eben Ezer Simanjuntak, menegaskan pentingnya upaya antisipasi PMK terutama menjelang Iduladha saat ini. Maka pihaknya juga mengawasi kelangkaan obat bagi hewan ternak yang terjangkit PMK.

"Hal ini kami perlu mengecek, apakah terjadi kelangkaan obat atau tidak, kami akan membentuk tim khusus untuk hal tersebut sebagai langkah antisipasi," tegasnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel