Antisipasi Potensi Badai Pasir, Jemaah Haji Diminta Tetap Pakai Masker

Merdeka.com - Merdeka.com - Jemaah haji Indonesia diminta tetap mengenakan masker saat beraktivitas, terlebih ketika di luar ruangan. Imbauan tersebut sebagai antisipasi cuaca ekstrem seperti cuaca panas maupun potensi badai pasir.

"Keluar mesti pakai masker. Karena kita tidak tahu kapan terjadi badai pasir," kata Kepala Seksi Kesehatan Daker Mekkah Imran Saleh kepada Media Center Haji (MCH) di Mekkah.

Dia memaparkan dampak bila seseorang menghirup pasir dan debu secara berlebihan. Menurutnya, kondisi tersebut sangat berbahaya bagi pernapasan. Apalagi bila yang terpapar penderita sakit paru-paru.

"Dampaknya akan semakin berat. Bagi yang tidak punya masalah paru-paru saja, debu bisa mengganggu pernapasan apalagi yang punya masalah paru-paru seperti asma," katanya.

Menurutnya, fenomena badai pasir tidak bisa diprediksi. Bahkan tidak ada warning sebelumnya. Oleh karena itu, sebagai bentuk antisipasi jemaah diminta selalu mengenakan masker.

Kepala Daker Mekkah Mukhammad Khanif menambahkan, meski saat ini belum terjadi badai pasir namun kewaspadaan tetap diutamakan. Mengingat cuaca adalah sesuatu hal yang tidak bisa diprediksi. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel