Antisipasi Potensi Gelombang Ketiga Covid-19, Pemprov DKI Jakarta Minta Masyarakat untuk Patuh Prokes

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Angka kasus Covid-19 di provinsi DKI Jakarta, memang mulai menunjukan penurunan yang signifikan. Namun, hal ini bukan berarti kita dapat memberi kelonggaran terhadap prokes yang ketat. Upaya untuk mengantisipasi adanya gelombang ketiga Covid-19 terus ditegaskan oleh pemerintah.

Dwi Oktavia, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta, meminta masyarakat untuk selalu mematuhi peraturan dan prokes yang ketat. Ia menyatakan ini berkaca terhadap pengalaman sebelumnya. Dwi menjelaskan lebih lanjut bahwa masih terdapat potensi peluang angka kasus yang tinggi untuk terulang.

TERKAIT: Warga DKI Jakarta Dihimbau Tetap Taat Prokes Saat PCR Tidak Jadi Syarat Wajib Naik Pesawat

TERKAIT: Kasus Covid-19 di Klaster Sekolah Meningkat, Ahli Tegaskan Prokes pada Anak Harus Diperketat

TERKAIT: Bali Persiapkan Sambut Wisatawan dari Luar Negeri, Prokes Diterapkan dengan Ketat

"Kalau gelombang ketiga, keempat atau dan seterusnya kan bisa terjadi karena kita lihat pengalaman sejak Maret 2020 ada up and down. Ada masa di saat lonjakan kasus dan pengetatan juga bisa kembali landai. Kemudian juga ketika orang mulai berinteraksi, lupa protokol kesehatan dan juga melakukan libur bersama yang membuat kasus melonjak,” ujar Dwi, dikutip dari liputan6.com, Jumat (05/11).

Perlunya antisipasi semua pihak

Ilustrasi vaksin (pexels.com/cottonbro)
Ilustrasi vaksin (pexels.com/cottonbro)

Dwi mengingatkan masyarakat untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan yang ketat. Tak hanya itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk cepat melakukan vaksinasi, sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus.

“Jadi antisipasi kehadiran gelombang ketiga dan gelombang lainnya harus tetap dijaga dengan cara masyarakat harus diingatkan terus terkait protokol kesehatan dan vaksinasi,” jelas Dwi.

Upaya untuk mengantisipasi lonjakan kasus, juga dilakukan oleh Dinas Kesehatan dengan melalukan pengiriman sampel whole genome sequencing Virus Corona. Ini dilakukan untuk melihat ada atau tidaknya kemungkinan untuk varian baru masuk ke Indonesia.

“Orang-orang harus tetap diingetin harus tetap pakai masker, karena kalau pakai masker kan menghalangi virusnya masuk. Ibarat kita makan, sendok kan nggak bisa masuk di mulut," tutup Dwi.

Penulis: Meisie Cory

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel