Antisipasi Serangan Terorisme Saat PON Papua, BNPT: Kita Tak Ingin Dipermalukan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengantisipasi serangan terorisme dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. BNPT terus berkoordinasi dengan jaringan intelijen.

"Berkaitan dengan pelaksanaan PON di Papua pada tanggal 2-15 Oktober mendatang, kami tentu berkoordinasi terus dengan jaringan intelijen yang ada," ujar Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar saat rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI, Rabu (15/9/2021).

Boy mengatakan, BNPT telah memberikan masukan untuk meningkatkan kewaspadaan saat gelaran PON XX. Hal itu supaya negara tidak dipermalukan dengan aksi teror.

"Karena serangan terorisme dalam PON itu adalah sebuah keniscayaan. Kita tentu tidak ingin dipermalukan dengan aksi-aksi itu," ujarnya.

11 Warga di Papua Ditangkap Terkait ISIS

Ilustrasi ISIS (Liputan6.com/Abdillah)
Ilustrasi ISIS (Liputan6.com/Abdillah)

Boy menyebut, akhir Mei lalu telah dilakukan penangkapan terhadap 11 warga di Merauke, Papua karena berkaitan dengan ISIS. Belum lagi awal tahun 2020 terjadi aksi kekerasan KKB yang dilakukan bukan di kawasan pegunungan.

"Ini tentu menjadi sebuah catatan yang harus diperhatikan dan kami BNPT memberikan masukan kepada petugas di bidang keamanan dan besuk pun masih dibahas kembali dengan bapak Menko Polhukam rencananya pada hari Jumat siang," ujarnya.

Reporter: Ahda Bayhaqi

Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel