Antisipasi Wajib Dilakukan agar Indonesia Tak Masuk ke Jurang Resesi

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo dan para menteri kabinet beberapa kali di setiap kesempatan mengingatkan masyarakat agar siap menghadapi tantangan ekonomi. Termasuk, ancaman resesi global. Secara sederhana, resesi merupakan pergerakan lambat yang ekstrem pada pertumbuhan ekonomi.

Mengutip Forbes pada Kamis (29/9), resesi merupakan kondisi yang penuh tekanan untuk dihadapi. Namun, masyarakat diharapkan tidak panik terhadap ancaman resesi dengan syarat harus mempersiapkan langkah yang dapat membantu menghadapi tekanan kondisi krisis tersebut.

Resesi dinilai sebagai awan gelap dalam perekonomian setiap negara. Sebab kondisi ini mengganggu stabilitas ekonomi tak hanya bagi negara melainkan juga bagi masyarakat sebagai individu. Utamanya bisa mengganggu kesejahteraan secara sosial di tingkat masyarakat.

Kondisi resesi sebenarnya masih bisa diprediksi berdasarkan faktor-faktor yang telah dijelaskan sebelumnya. Sehingga resesi sebenarnya bisa diantisipasi siapa saja termasuk negara. Berikut ini langkah yang pencegahan yang bisa dilakukan agar tidak terperosok terlalu dalam ke jurang resesi.

Simak ulasannya berikut ini yang telah dirangkum merdeka.com dari berbagai sumber:

1. Optimalkan Belanja Pemerintah

Agar tidak masuk dalam kubangan resesi ekonomi, pemerintah bisa menggunakan anggarannya untuk belanja besar-besaran. Tujuannya, agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan menjaga ekosistem suplai dan permintaan. Cara ini dinilai bisa menekan terjadinya kontraksi ekonomi dan meredam efek dominonya.

2. Bantu Pelaku UMKM

Sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi yang paling rentan terhadap dampak resesi ekonomi. Mereka harus mendapatkan dukungan agar tetap menjadi mesin perekonomian walau kondisi ekonomi sedang tidak baik.

Bantuan kepada UMKM diharapkan tak hanya dipergunakan untuk kehidupan sehari-hari, melainkan juga untuk memulai usaha. Sebagaimana yang terjadi ketika pandemi, pemerintah memberikan bantuan dana tunai kepada para pelaku UMKM untuk bertahan dari aktivitas ekonomi yang dibatasi

3. Penempatan Dana di Perbankan

Dalam kondisi resesi ekonomi, pemerintah disarankan menempatkan dana di sektor perbankan. Agar, perbankan bisa mengalirkan dana tersebut kepada masyarakat dalam bentuk bantuan kredit modal.

Cara ini dinilai bisa menggerakkan mesin ekonomi ke berbagai sektor. Fasilitas penjaminan kredit modal ini ditujukan bagi para pelaku usaha korporasi yang memiliki usaha ekspor padat karya dengan karyawan minimal 300 karyawan. [idr]