Antrean 27 Tahun, Ratusan Calon Haji di Kabupaten Tangerang Menarik Biaya Daftar

Merdeka.com - Merdeka.com - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tangerang, mengestimasi waktu tunggu calon haji di wilayah tersebut mencapai 27 tahun. Setiap bulannya, dirata-ratakan ada 250 orang mendaftar haji ke Kantor Kemenag Kabupaten Tangerang.

"Estimasi keberangkatan 27 tahun. Sehari 16 orang mendaftar haji, artinya 250 orang per bulan," kata Kepala Kemenag Kabupaten Tangerang, Ade Baijuri, ditemui Rabu (18/1).

Dia berharap kuota pemberangkatan haji di tahun 2023 ini untuk wilayah Kabupaten Tangerang, bisa kembali seperti pemberangkatan haji tahun 2019 lalu. Sebab Kerajaan Arab Saudi saat ini juga tidak lagi membatasi usia calon haji asal Indonesia.

Ade berasumsi, jika kuota pemberangkatan haji kembali seperti masa sebelum Pandemi, diperkirakan pemberangkatan calon haji dari wilayah Kabupaten Tangerang mencapai 2.200 jemaah.

"Hari ini masih estimasi, belum ada surat resmi kuota per kabupaten. Secara resmi belum mendapat surat dan kami belum bisa menyosialisasikan ke masyarakat berapa jumlah kuotanya. Kemungkinan minimal 2 .200 orang sukur-sulit lebih," terangnya.

Ade mengungkapkan, pada musim haji tahun 2022 kemarin, kuota calon haji di wilayah Kabupaten Tangerang hanya sebanyak 890 jemaah. Diakuinya, kuota haji paling besar berada di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Kita (Kabupaten Tangerang), Se Provinsi Banten, paling banyak (kuota pemberangkatan) Tahun kemarin 890 jemaah,” ujarnya.

Dia menambahkan, karena adanya pembatasan usia jemaah calon haji pada musim haji tahun lalu, banyak jemaah calon haji yang akhirnya menarik biaya pendaftaran haji yang telah disetor ke Bank Syariah sebelumnya. Meski ada pula alasan lain, jemaah calon haji batal atau menarik biaya pendaftaran haji yang telah dia setorkan.

“Terutama ada pembatasan usia 65 tahun ada 10-15 orang per hari mereka menarik biaya haji untuk pembatalan di tahun lalu. Satu dan lain hal mereka membatalkan dan menarik biaya pendaftaran karena faktor kesehatan, perlu uang atau dana mendadak untuk menikahkan dan butuh uang. Ada juga alasan usia, atau juga khawatir tidak bisa berangkat,” tutup Ade. [fik]